Budaya Suku Alas salah satu suku Bangsa Aceh

admin November 17, 2012 0


Budaya Suku Alas

Kebudayaan Aceh masih sangat melekat erat meskipun saat ini Aceh sudah sangat modern. Bahasa yang digunakan sehari-hari di Aceh adalah bahasa Aceh dengan dialek khasnya masing-masing. Meskipun begitu mereka juga mengenal bahasa Indonesia dengan baik. Seperti yang terjadi pada suku Alas dengan jumlah penduduk sebesar 154 ribu orang. Suku ini merupakan penduduk asli Kabupaten Aceh Tenggara yang selalu menggunakan bahasanya sendiri, meskipun mereka mengenal bahasa Indonesia. Sebagian besar orang suku Alas hidup di desa dan memiliki mata pencaharian sebagai petani dan peternak. Daerah ini disebut sebagai lumbung beras dari Aceh. Produk lainnya adalah perkebunan seperti karet, kopi, kemiri dan hasil hutan seperti rotan, damar dan dupa.

provinsi aceh - suku alas

Sistem sosial masyarakat suku Alas

Lingkungan atau desa masyarakat Alas disebut sebagai Kute. Satu Kute terdiri dari satu atau lebih marga yang disebut merge. Satu keluarga hidup dalam satu rumah yang sangat besar, dimana keluarga besar ini semua harus tunduk pada otoritas orang yang paling tua. Masyarakat suku Alas adalah masyarakat patrilineal sehingga mereka mengukur garis keturunan dari keluarga Ayah atau pihak laki-laki.

Budaya suku Alas menekankan pada dua jenis hukum, yakni diantaranya adalah:

  1. Hukum agama Islam, yakni hukum yang diturunkan oleh Allah melalui Nabi-Nya, sehingga tidak boleh diubah.
  2. Hukum adat yang mencakup aturan yang dibuat oleh para tokoh masyarakat yang boleh diubah seiring waktu asalkan perubahan tidak bertentangan dengan hukum agama Islam.

Adat perkawinan suku Alas

Adat istiadat perkawinan suku Alas dari pertunangan hingga pernikahan membutuhkan waktu antara satu hingga tiga tahun karena masalah mahar yang umumnya sangat tinggi. Saat orang Alas menikah, umumnya tinggal di dekat keluarga suami. Setelah memiliki keturunan, keluarga muda ini lalu bergerak dan hidup terpisah dari orang tau atau disebut dengan jawe. Namun pasangan ini tetap berada dalam satu daerah yang sama dengan orang tuanya. Pernikahan poligami boleh dilakukan dalam masyarakat suku Alas asalkan perkawinan sebelumnya sudah menghasilkan satu keturunan atau tidak menghasilkan keturunan sama sekali.

Kepercayaan suku Alas

Meskipun suku Alas adalah pemeluk Islam, namun kebudayaan meminta tolomg kepada dukun masih dilakukan. Seringkali ada upacara untuk membuat tanaman pertanian makmur dan dilindungi dari wabah. Dukun yang ditunjuk membaca mantra lalu menggunakan ramuan ajaib yang terbuat dari daun dan bunga yang dianggap dapat menangkal malapetaka. Pengetahuan yang dimiliki didasarkan pada orang tua adat, dukun dan yang lain sebagainya. Namun dikarenakan sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam, maka suku Alas tidak mempercayai adanya dewa-dewa.

Kesenian khas suku Alas

Kesenian khas suku Alas adalah Dabol dan Sama Gayo. Persamaan keduanya adalah dimainkan oleh beberapa orang. Sedangkan perbedaannya adalah Dabol dipimpin oleh orang yang disebut sebagai Khalifah dengan iringan irama gendang. Sedangkan Sama Gayo dimainkan oleh pria dengan berbau kesenian seperti seni tari dan seni suara.

Demikian bahasan kami mengenai suku Alas, semoga bermanfaat. (iwan)

referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Alas

 

Leave A Response »