Agama, stratifikasi dan kesenian suku Jawa

admin October 5, 2012 0


stratifikasi dan kesenian suku Jawa

Bisa dikatakan bahwa suku Jawa dibenci sekaligus dicintai. Banyak sekali hal positif dan negatif yang ada pada suku terbesar di Nusantara ini. Misalnya adalah sebagai pembangun citra positif bagi bangsa Indonesia di mata dunia sebagai bangsa yang ramah. Namun mengingat dominasi suku Jawa di Indonesia sekitar 42,7 persen dari jumlah penduduk, maka segala hal yang positif dan negatif menjadi berpengaruh terhadap karakter masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Agama dan kepercayaan suku Jawa

Islam adalah agama yang dianut sebagian besar suku Jawa. Akan tetapi penganut Kristen dan Katolik tidak bisa dibilang kecil. Agama lain pun juga mendapatkan porsi seperti Hindu dan Budha. Suku Jawa memang terkenal sebagai suku yang sangat terbuka sehingga meskipun berasal dari satu suku bangsa yang sama bisa saja berbeda dalam cara berpikir dan berkeyakinan. Padahal, jauh sebelum agama manapun masuk ke Indonesia, masyarakat Jawa sudah mengenal agama asli mereka yang disebut sebagai Kejawen. Kejawen dalam ajarannya menekankan pada keseimbangan dan tidak adanya aturan yang kaku. Aliran spiritual ini mencakup banyak hal dalam kehidupan seperti tradisi, seni budaya dan pandangan filosofis masyarakat Jawa pada umumnya.

Kejawen biasanya dibarengi dengan “laku” yang disimbolkan dengan benda yang mewakili budaya Jawa seperti keris, bunga-bunga tertentu dan tempat yang dianggap keramat atau sakral. Maka Kejawen seringkali diasosiasikan dengan klenik dan mitos. Dalam perkembangannya, Kejawen mengalami sinkretisme dengan agama yang datang dari luar sehingga muncul berbagai macam golongan. Seperti misalnya Islam Kejawen, Katolik Kejawen dan lain sebagainya. Meskipun Kejawen sendiri sudah mengalami sinkretisme, namun masyarakat Jawa masih banyak yang mempercayai hal yang berbau klenik.

Stratifikasi masyarakat Jawa

Startifikasi masyarakat Jawa masih dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu dalam hal Kasta. Namun tidak sedalam itu karena dipengaruhi oleh kebudayaan Islam. Suku Jawa pada masa lalu menganut sistem bangsawan dan rakyat jelata, seperti pada umumnya kerajaan yang ada, berdasarkan garis keturunan. Namun lama kelamaan budaya stratifikasi ini tidak lagi berlaku secara luas, namun hanya pada golongan tertentu saja. Namun yang pasti masyarakat Jawa membagi golongannya berdasarkan banyak hal, seperti misalnya dalam keyakinan atau dalam usia. Hal ini digunakan untuk memberikan penghormatan selayaknya kepada orang yang dianggap lebih tinggi secara ilmu dan pengalaman.

Karya seni dan kesenian suku Jawa

Masyarakat Jawa memiliki banyak kesenian yang dipengaruhi oleh tradisi Hindu dan Budha. Seperti misalnya cerita wayang yang diadaptasi dari epik Mahabarata dan Ramayana. Wayang merupakan salah satu warisan leluhur masyarakat Jawa yang hingga kini masih dilestarikan dengan baik. Karya seni suku Jawa diantaranya yang terkenal adalah Batik, Keris dan Gamelan. Gamelan yang merupakan alat musik tradisional yang sangat mirip orkestra ini sudah menjadi perhatian dunia dan banyak universitas di luar negeri yang mempelajarinya. Terlebih lagi, justru kebudayaan dan sejarah masyarakat Jawa serta sastra Jawa justru lebih banyak dipelajari di Belanda, tepatnya di Universitas Leiden.

Demikian uraian singkat mengenai suku Jawa yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Jawa

 

Leave A Response »