Definisi Desa, Pola Keruangan dan Ciri-ciri Masyarakatnya

Pola Keruangan desa dan Ciri-ciri Masyarakatnya

Apakah definisi atau pengertian desa? Desa adalah suatu wilayah yang ditempati sekelompok masyarakat yang bersifat agraris, sosialis dan berhak mengatur rumah tangga sendiri. Dalam menjalankan pemerintahan, masyarakat desa dibagi ke dalam beberapa tingkat mulai dari kepala desa, kepala dusun, ketua RW, ketua RT dan kepala keluarga. Jabatan di desa merupakan sebuah kehormatan dan pemilik jabatan akan dihormati dengan baik.

Pola Keruangan desa dan Ciri-ciri Masyarakatnya

Lalu, apakah ciri-ciri masyarakat desa? Ciri-ciri masyarakat desa yang ada di Indonesia antara lain:

  1. Memiliki mata pencaharian khas negara agraris. Mereka menggantungkan hidup dalam bercocok tanam di bidang pangan, perkebunan, peternakan dan perhutanan. Sawah dan ladang adalah salah satu pusat kehidupan sehari-hari masyarakat desa.
  2. Memiliki ketergantungan dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan tempat tinggal. Masyarakat desa sangat dekat dengan alam sehingga segala tindakan mereka memperhatikan efek yang ditimbulkan terhadap alam.
  3. Pola bercocok tanam yang dijalankan tergantung kepada musim. Hanya sedikit masyarakat desa yang menggunakan sistem pengairan dengan bantuan mesin, misalnya dengan sumur bor.
  4. Setiap warga desa mempunyai ikatan sosial yang tinggi. Setiap orang merasa memiliki hubungan kekerabatan atau sedarah. Mereka juga mengenal satu sama lain secara tatap muka dan personal.
  5. Masyarakata desa pada umumnya memiliki tingkat pendidikan yang rendah, yaitu hanya sampai pada pendidikan dasar. Sebagian kecil masyarakat desa memilih melanjutkan pendidikan tinggi ke kota.
  6. Tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh masyarakat desa pada umumnya bersifat irasional atau didasarkan oleh mitos dan keyakinan. Mitos diturunkan oleh leluhur desa dan berkembang ke anak turun mereka.
  7. Memiliki ketertarikan yang besar terhadap kehidupan beragama sesuai aliran kepercayaan mereka. Pemimpin agama adalah tokoh yang dihormati oleh masyarakat setara dengan jabatan politis.
  8. Mempunyai budaya gotong royong dalam menyelesaikan masalah yang menyangkut kepentingan individu maupun kepentingan masyarakat. Gotong royong menjadi pembeda masyarakat desa dan kota.

Proses sosialisasi masyarakat desa pada umumnya berjalan lambat. Hal ini disebabkan karena mereka malu untuk bertanya dan tumbuhnya sikap curiga terhadap munculnya hal-hal yang baru. Oleh karena itu, proses transfer informasi pada masyarakat desa akan berjalan lebih efektif melalui pendekatan personal setiap individu. Setiap desa memiliki perbedaan adat istiadat dan kebiasaan sehingga memerlukan cara yang berbeda dalam menyampaikan komunikasi.

Tak kenal maka tak sayang. Dengan mengenal karakter dan tingkah laku masyarakat desa maka kita bisa berbagi informasi dengan mereka menjadi lebih baik. Mudah-mudahan informasi mengenai definisi dan ciri-ciri masyarakat desa ini bisa membantu Anda dalam menjalin komunikasi secara intensif.

Referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Desa

Facebook Comments

1 Comment

  1. Nurul Hikmah

    makasih sblumnya. infonya bagus cih,,tp kurang lengkap…saya butuh info yg banyak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *