Strategi Marketing Berdasarkan Prediksi Kondisi Psikologis Pembeli

Strategi Marketing Berdasarkan kondisi psikologis

Penelitian telah membuktikan bahwa pembeli menjalani proses yang tidak mudah untuk menentukan pilihan produk atau jasa yang mereka suka. Mereka melalui proses pembuatan keputusan yang bersifat formal dan berurutan jika proses keputusan yang harus dibuat merupakan sebuah keputusan besar. Menghadapi kondisi pembeli yang demikian maka setiap pemilik bisnis harus kreatif dan inovatif dalam memasarkan produk maupun layanan jasa mereka.

Strategi Marketing Berdasarkan kondisi psikologis

Mencuplik pemikiran Marc T. Miller dalam buku Selling is Dead, ia menuliskan tentang strategi marketing yang berisi prediksi perilaku pembeli sehingga dapat digunakan untuk menyusun strategi penjualan yang efektif. Buku yang diterbitkan oleh John Wiley & Sons, Inc. ini mengacu kepada karya Neil Rackham, salah seorang marketer andal lain asal Amerika Serikat, dan bisa menjadi rujukan yang berguna untuk marketer Indonesia.

Strategi marketing yang dinyatakan oleh Miller dalam hal ini adalah menunjukkan bagaimana model pembelian sangat menyimpang dari penawaran yang disepakati dengen model penawaran divergen. Model penawaran divergen merupakan inovasi yang sebenarnya bagi organisasi penjualan. Pemikiran Miller memaparkan penelitian dan gagasan yang telah ia rintis ke dalam model yang lebih baik untuk menghadapi pasar yang kian kompetitif.

Praktik terbaik strategi penjualan didasarkan pada model pembeli. Dengan kata lain, semua strategi dan taktik harus didasarkan pada prinsip pembuatan keputusan psikologis pembeli. Strategi marketing terbaik mengharuskan penggunaan kedua model pembelian ini, yaitu model pembeli penawaran divergen dan model pembeli penawaran yang telah disepakati. Dengan demikian, kedua cara penjualan ini bisa saling berkombinasi untuk menghasilkan ledakan penjualan.

Model pembeli penawaran yang disepakati memiliki empat tahap berurutan. Yaitu tahap kepuasan, tahap berbelanja, tahap kegelisahan, dan tahap pelaksanaan. Marketer unggul hendaknya berfokus pada pembeli yang sedang berada pada tahap kepuasan untuk mencegah situasi penjualan kompetitif. Alasan lain untuk fokus pada tahap ini adalah karena sebagian besar peluang penjualan berada di pihak pembeli yang sedang berada pada tahap kepuasan.

Semoga informasi ini bisa memberi manfaat untuk Anda. Semangat dan sukses selalu untuk bisnis yang sedang Anda jalankan.

Referensi: http://whattheythink.com/news/765-marc-t-miller-keynote-sme-conference/

Facebook Comments

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *