Modus kejahatan perbankan

Modus kejahatan perbankan

Modus kejahatan perbankan

Kemajuan teknologi tentu saja memiliki dampak positif dan negatif bagi transaksi perbankan. Dampak positifnya adalah transaksi yang semakin mudah dan cepat. Saat ini sudah ada ATM, e-Banking dan SMS Banking. Namun di lain pihak, kemudahan ini juga dapat menjadi dampak negatif dari kemajuan teknologi dengan adanya penyalahgunaan. Oleh karena itu para nasabah bank harus hati-hati dan mengetahui dengan pasti modus operasi kejahatan bank. Berikut adalah beberapa modus kejahatan perbankan dan cara menghindarinya.

Mendapatkan telepon undian dan kabar

Penipuan ini adalah penipuan yang sering terjadi. Pelaku kejahatan menelpon anda dan mengatakan bahwa anda mendapatkan hadiah, keluarga mengalami musibah atau menyatakan bahwa anda berminat atas barang yang anda iklankan. Dengan hal ini, penelepon akan “memandu” anda untuk melakukan transaksi di ATM yang pada akhirnya membuat anda mentransfer sejumlah uang ke rekening tertentu.

Cara mengatasinya adalah…

Anda harus memeriksa identitas si penelepon. Segera tutup telepon lalu lakukan pemeriksaan atas informasi yang anda terima tersebut. Tidak ada penyelenggara undian yang meminta pemenang mentransfer sejumlah dana kepada perusahaan penyelenggara. Penerimaan hadiah biasanya dilakukan di kantor penyelenggara, perwakilannya atau di rumah si pemenang. Jangan panik jika mendapatkan kabar keluarga mengalami musibah dan mengikuti perintah si penelepon. Pastikan identitas penelepon dan lakukan pengecekan pada orang terdekat yang mengenal orang yang dikabarkan.

Mendapatkan email dari “bank”

Ada kalanya sebuah email dikirimkan seolah dari Bank dan terlihat asli. Modus pelaku ini adalah meminta anda memasukkan nomer data diri, nomer rekening dan PIN. Cara lain adalah dengan membuat website yang palsu namun mirip asli. Di website aspal tersebut anda akan diminta memasukkan data diri, nomor rekening dan PIN dengan alasan “update” data pribadi anda.

Cara mengatasinya adalah…

Jangan pernah membalas email yang seperti itu dengan memasukkan data pribadi anda atau apapun itu yang penting. Bank tidak akan pernah meminta nasabahnya melakukan penginian data melalui email karena bank sudah memiliki informasi tersebut. Jika anda melakukan transaksi menggunakan e-banking, pastikan anda sudah benar mengetik alamatnya. Selain itu ada prosedur keamanan seperti token disamping user-id dan password.

Menawarkan investasi dengan pengembalian tinggi

Sebuah perusahaan menawarkan investasi dengan imingi-iming pengembalian yang tinggi. Anda harus berhati-hati dengan tawaran seperti ini karena kebanyakan tidak dapat memenuhi janji mengenai imbalan hasil yang ditentukan sendiri.

Cara mengatasinya adalah…

Anda harus berpikir apakah wajar jika imbalan bunga tinggi diberikan atas investasi anda? Lakukan pemeriksaan terhadap kredibilitas perusahaan yang menawarkan investasi. Anda harus yakin bahwa secara hukum anda terlindungi. Yang paling mudah, anda harus mencari tahu bahwa perusahaan tersebut direstui dan mendapatkan ijin dari BAPEPAM-LK untuk menarik dana dari masyarakat dalam bentuk investasi. Jika tidak ada, maka anda harus menghindarinya.

Penipuan dengan kartu kredit di Internet

Dewasa ini ada banyak sekali merchant atau toko online yang menawarkan produk dan jasa melalui internet. Tentu saja kemudahan pembayaran bisa dilakukan dengan kartu kredit. Anda yang memiliki kartu kredit hanya cukup memasukkan nomor kartu kredit, masa berlakunya dan tiga digit kode rahasia yang pada umumnya ada di belakang kartu kredit. Setelah itu transaksi pun dapat dilakukan dan diselesaikan. Namun tak jarang hal ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Cara menghindarinya adalah …

Anda harus memastikan segala sesuatu tentang produk atau jasa yang ditawarkan sebuah toko atau merchant online. Pahami juga ketentuan yang berlaku bagi produk atau jasa yang ditawarkan tersebut. Jangan anda menginput atau memberikan data kartu kredit anda kepada siapapun sebelum anda benar-benar tahu manfaat produk dan jasa yang ditawarkan. Saat mengisi form tentang data kartu kredit, pastikan bahwa anda dalam mode aman di browser anda. Caranya adalah cek alamat URL-nya, dimana harus diawali dengan https, bukan http. Jika menggunakan http, ada baiknya anda menolak karena bisa saja data kartu kredit anda dibajak orang.

Memalsukan nomor call center ATM

Pada modus jenis ini, pada umumnya para pelaku kejahatan nongkrong di ATM. Mereka akan membuat ATM seolah rusak dan menelan kartu anda. Sebelumnya mereka menempelkan nomor call center palsu di badan ATM. Didorong oleh rasa panik, tanpa sadar anda menghubungi call center palsu itu. Terkadang hal ini juga dikarenakan ada seseorang yang “mendorong” anda melakukannya, karena memang dia adalah salah satu komplotannya. Ketika anda menelepon call center palsu tersebut, si penerima akan meminta anda menyebutkan nomer PIN dan dijanjikan bahwa ATM pengganti akan dikirimkan. Padahal si penjahat telah mengantongi kartu anda dan berbekal PIN yang anda sebutkan, maka pelaku bisa menguras isi tabungan anda.

Cara menghindarinya adalah…

Anda seharusnya mencatat nomer telepon 24 jam di bank manapun anda menjadi nasabah, simpan di ponsel anda. Hal ini membuat anda tidak perlu “melirik” ke ATM untuk melihat nomer call center yang ada. Pada umumnya juga call center menggunakan short number seperti 500xxx, bukan nomer ponsel atau nomer telepon yang memiliki kode area. Selain itu, jika anda menghubungi nomer tersebut, maka umumnya akan dijawab oleh mesin penjawab terlebih dahulu yang mengarahkan anda pada bagian yang sesuai dengan keluhan anda. Yang perlu diingat adalah bahwa call center atau pihak bank tidak pernah bertanya PIN anda karena mereka sudah memiliki data anda.

Catatan Bank Indonesia mengenai kejahatan perbankan

Menurut data yang didapat oleh Bank Indonesia (BI), setiap tahunnya tingkat kejahatan perbankan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pada Mei 2012 ada 1009 kasus fraud yang terjadi dengan nilai kerugian 2,37 milyar. Jenis kejahatan yang terbanyak adalah pencurian identitas dan card not present dengan jumlah 402 dan 458 kasus. Dari 18 penerbit kartu kredit, kerugian diperkirakan mencapai hampir 2 milyar rupiah.

Demikian adalah beberapa hal yang merupakan modus penipuan yang melibatkan perbankan. Semoga menambah pengetahuan anda dan membuat anda semakin hati hati dan waspada. Semoga bermanfaat. (iwan)

Facebook Comments

1 Comment

  1. Firmanthok

    waow…
    sekarang modus penipuan banyak bener..
    Saya pernah tuh yang melaluisms dan telepon..
    harus hati2 nih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *