Reproduksi Generatif Pada Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)

admin May 24, 2012 0



Gymnospermae adalah tumbuhan yang memiliki biji terbuka. Tumbuhan berbiji memiliki sel kelamin jantan (gamet jantan) dan sel kelamin betina (gamet betina). Contoh tanaman gymnospermae adalah pinus, damar, melinjo, dan lain-lain. Alat reproduksi tumbuhan gymnospermae adalah konus (strobilus). Pembuahan yang terjadi pada tanaman gymnospermae dinamakan pembuahan tunggal karena semua inti sperma bersatu dengan ovum yang kemudian berkembang menjadi embrio.

Secara garis besar, mekanisme reproduksi generatif tanaman gymnospermae diawali oleh pembentukan konus. Masyarakat umum mengenal konus sebagai bunga pohon pinus dan sering digunakan untuk bahan baku industri kerajinan tangan. Di dalam konus jantan terdapat banyak atredium yang mengandung sel-sel induk serbuk sari. Sel-sel induk ini membelah secara meiosis. Ini artinya dari setiap induk terbentuk 4 butir serbuk bersayap yang haploid.

Sedangkan dalam konus betina terdapat banyak arkegonium yang di dalamnya masing-masing terdapat 1 sel induk lembaga. Sel induk lembaga tersebut membelah secara meiosis menjadi 4 sel yang haploid. Dari keempat sel tersebut, 3 diantaranya akan mati, sedang yang 1 akan tetap hidup sebagai sel telur. Kita bisa menyimpulkan bahwa sel telur yang dihasilkan oleh konus betina tanaman gymnospermae hanya satu, bukan empat.

Reproduksi Generatif

Pada musim semi atau musim pancaroba, konus jantan akan menyebarkan butir serbuk. Penyerbukan tersebut dibantu arah angin dan hewan serangga yang hinggap di bunga pinus. Jika butir serbuk ini dapat menempel pada ujung putik konus betina, maka akan membentuk buluh serbuk. Di dalam buluh serbuk, inti serbuk sari membelah menjadi inti tabung dan inti spermatogen. Dalam perjalanan menuju ruang arkegonium, inti spermatogen membelah menjadi dua inti sperma.

Selanjutnya, di dalam ruang arkegonium inti tabung akan mati, sedangkan inti sperma akan membuahi sel telur yang ada dalam setiap arkegonium sehingga terbentuk zigot yang berkembang menjadi lembaga di dalam biji. Setelah konus berusia kurang lebih dua tahun, biji telah cukup masak dan konus akan pecah. Biji tersebut dapat terbawa angin atau hewan sehingga membantu proses reproduksi tanaman gymnospermae.

Referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Gymnospermae

 

Leave A Response »