Memahami Anatomi Mata – Bagian-bagian mata

admin December 24, 2012 1



Mata merupakan salah satu alat indra tubuh yang sangat penting, bisa dikatakan sangat penting sekali. Dengan mata kita bisa melihat semua yang ada di dunia nyata ini. Mata sangat membantu sekali untuk mendukung aktifitas kehidupan kita. bisa dibayangkan kita kita hidup tanpa mata. maka bersyukurlah bagi kita yang telah diberi anugrah mata normal oleh Alloh Yang Maha Esa. anatomi mata

Anatomi Mata

Tahukah kamu bahwa mata yang telah dibuat sedemikan rupa oleh Alloh sehingga bisa digunakan untuk melihat ini tersusun dari beberapa bagian penting. Ilmu yang mempelajari susunan bagian-bagian pada mata ini disebut dengan Anatomi Mata.  Bagian-bagian mata tersebut antara lain : Badan bening (mata), Beranda depan (mata), Fovea, Kornea, Koroid, Lensa mata, Otot siliaris, Plica semilunaris dari konjungtiva, Pupil, Reseptor warna, Retina, Sel batang (penglihatan), Sel fotoreseptor, Selaput pelangi, Sklera,

Agar lebih jelas memahami anatomi mata, silahkan perhatian gambar anatomi mata yang ditampilkan secara melintang di bawah ini:

Anatomi Mata

Anatomi Mata

Selanjutnya mari kita ulas satu persatu bagian-bagian dari mata tersebut lebih detail lagi :

Beranda depan (mata)

Beranda depan, dalam bahasa inggris dinamakan Aqueous humor, merupakan cairan berlendir yang transparan menyerupai plasma, namun memiliki konsentrasi protein yang rendah. Cairan ini dihasilkan oleh tubuh siliari, struktur yang mendukung lensa.

Fungsi Beranda depan

badan beranda mata mempunyai banyak sekali fungsi, antara lain :

  • Menjaga tekanan intraocular dan memompa bola mata.
  • Menyediakan nutrisi (seperti asam amino, gkukosa) untuk selaput pembuluh darah serta kornea, jaringan Trabekular, lensa mata serta jaringan Vitreous.
  • Menyalurkan Vitamin C sebagai anti oksidan.
  • Sebagai antibodi melawan patogen.
  • Sebagai pompa bagi kornea untuk mengembang untuk meningkatkan perlindungan dari debu, udara, serbuk dan beberapa patogen. dan
  • Sebagai indek bias.

Badan bening (mata)

Vitreous humor merupakan gel yang mengisi ruang antara lensa mata dan retina di dalam bola mata manusia atau vebrata lainnya.
bagian ini juga sering disebut dengan nama tubuh vitreous atau vitreous

Vitreous memiliki karakteristik tidak berwarna, transparan, mengisi ruang antara lensa mata dan retina ke arah belakang mata. Vitreous diproduksi oleh beberapa sel selaput jala. Komposisinya hampir sama dengan kornea tetapi hanya memiliki sangat sedikit sel (kebanyakan fagosit yang menghilangkan serpihan sel dalam area visual), tanpa pembuluh darah, dan 98-99% volumenya terdiri dari air (kornea 75%) dengan garam, gula, vitrosin, rangkaian kolagen dan juga susunan protein dalam jumlah mikro.

Yang tampak begitu mengagumkan dari vitreous adalah meskipun ia hanya memiliki sangat sedikit zat yang padat, ia dapat menahan mata. Disisi lain, lensa mata terikat erat dengan sel. Meski demikian vitreous memiliki kekentalan dua sampai empat kali kekentalan air murni. Vitreous juga memiliki indeks bias 1.336.

Fovea

Fovea merupakan bagian dari anatomi mata yang terletak di tengah-tengah makula, bagian dari retina. Fovea bertanggung jawab terhadap ketajaman penglihatan yang sangat dibutuhkan manusia untuk membaca, mengendarai kendaraan atau melakukan aktivitas apapun yang memerlukan ketajaman penglihatan. Fovea dikelilingi oleh sabuk parafovea dan bagian luar perifovea.

Apa itu parafovea dan perifovea itu ?

Parafovea adalah sabuk tempat sel ganglion terbentuk dengan jumlah lebih dari lima baris sel, juga bagian sel kerucut yang memiliki densitas paling tinggi. Parafovea memiliki 50 sel kerucut per 100 mikrometer, pada manusia parafovea memiliki jarak 1¼ mm dari pusat fovea.

Perifovea adalah bagian luar tempat sel ganglion terdiri dari dua sampai empat baris sel, dan di bagian ini ketajaman visual kurang optimum. Perifovea hanya memiliki 12 sel kerucut per 100 mikometer, pada manusia parafovea memiliki jarak 2¾ mm dari pusat fovea.

Kornea

Kornea adalah bagian depan mata yang tembus pandang yang menutupi iris dan pupil.  konea memiliki karakteristik bening,  membentuk 1/6 bagian depan bola mata, dan mempunyai diameter 11mm. Kornea merupakan kelanjutan dari sklera. Bila kornea disentuh maka kelopak mata akan menutup secara refleks. Kornea tidak memiliki pembuluh darah.

Koloroid

Koloroid merupakan membran berwarna cokelat, atau lapisan pembuluh darah pada mata yang terletak di atara retina dan sklera, ia melapisi permukaan dalam sklera. Koloroid mempunyai fungsi mengalirkan oksigen dan nutrisi ke retina dan bacan kaca serta mencegah refleksi internal carahaya
Secara umum Struktur koroid dibagi menjadi empat lapisan yaitu :

  • Lapisan Haller, merupakan bagian terluar dari koroid, memiliki diameter pembuluh darah yang paling besar.
  •  Lapisan Sattler, merupakan Lapisan dengan pembuluh darah menengah.
  • Koriokapilaris, merupakan Lapisan kapiler.
  • Membran bruch, merupakan Bagian terdalam dari lapisan koroid

Lensa mata

Lensa mata adalah bagian mata yang terletak di belakang pupil mata yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke retina. Lensa didukung oleh otot yang disebut muskulus siliaris(otot daging yang melingkar). Apabila otot ini berkontraksi akan terjadi perubahan ukuran lensa. Kemampuan lensa mata ini dinamakan daya akomodasi. lensa mata disebut juga dengan nama kristalin

diantara lensa dan kornea terdapat ruangan yang berisi cairan encer yang disebut aqueous homor. Di bagian bola mata berisi cairan kental dan transparan yang menyebabkan bola mata menjadi kukuh. Cairan ini disebut vitreous humor. Jika terlalu banyak cairan dalam mata, akan terjadi gangguan yang disebut penyakit glaukoma. Penyakit ini menimbulkan kebutaan jika tidak segera diobati.

Otot siliaris

Otot siliaris adalah cincin dari otot lurik yang lembut yang ada di mata manusia. Otot siliaris terdapat di bagian tengah lapisan vaskular yang mengontrol penyesuaian mata untuk melihat objek dengan jarak yang beragam, dan mengatur aliran aqueous humor ke dalam saluran chlemm. Otot siliaris berfungsi mengubah bentuk lensa di dalam mata, bukan ukuran pupil. otot siliaris dalam bahasa inggris disebut Ciliary muscle

Plica semilunaris

Plica semilunaris merupakan lipatan kecil pada bulbar konjungtiva pada canthus tengah pada mata. Organ ini longgar, sehingga gerakan mata tidak terbatasi. Ini adalah sisa-sisa vestigial dari membran kedip (kelopak mata ketiga) yang ada pada hewan-hewan lainnya semisal burung, reptil, dan ikan. Organ ini jarang terdapat pada mamalia, dan biasanya hanya ada pada monotreme dan marsupial. Otot yang terkait dengannya juga merupakan vestigial. Plica semilunaris pada orang Afrika dan penduduk asli Australia sedikit lebih besar daripada ras lainnya. Hanya satu spesies primata, yakni Angwantibo Calabar, yang diketahui memiliki membran kedip yang masih berfungsi.

Pupil

Pupil adalah pembukaan di tengah mata. Cahaya masuk lewat pupil dan diteruskan melalui lensa mata, yang memusatkan bayangan ke retina. Pupil terletak di belakang retina bagian tengah. Ukuran pupil dikendalikan oleh otot. ketika membutuhkan banyak cahaya, pupil akan membesar. Namun ketika cahaya bertambah terang, pupil bertambah kecil. Perubahan ini terjadi secara refleks. Pupil dapat dibandingkan dengan pengatur cahaya pada kamera. Pupil akan lebih jelas terlihat apabila dilihat menggunakan sebuah mikroskop.

Reseptor warna

Reseptor warna atau disebut juga sel kerucut dalam bahasa Inggris disebut cone cell,  adalah sel penerima sinar di dalam retina mata yang bertanggung jawab terhadap penglihatan warna. Sel kerucut akan bekerja dengan baik pada kondisi yang cukup terang. Sebagai lawannya, sel batang akan bekerja dengan baik pada cahaya yang redup.

Sel kerucut kurang begitu sensitif terhadap cahaya dibandingkan sel batang, tapi sel kerucut mampu membedakan warna. Sel kerucut juga dapat melihat detail yang lebih halus dan karena memiliki respon yang cepat terhadap perubahan. Karena manusia biasanya memiliki tiga jenis sel kerucut dengan iodopsin berbeda, yang memiliki kurva respon yang berbeda, dengan demikian manusia menanggapi variasi warna dengan cara yang berbeda. Hal ini yang mebuat manusia memiliki penglihatan trikromatik. Pada kasus but warna, satu atau lebih sel kerucut tidak berfungsi sebagai mana mestinya, sehingga penderita buta warna tidak bisa melihat warna tertentu. Pernah juga di laporkan bahwa ada manusi yang memiliki empat atau lebih sel kerucut yang membuat mereka memiliki penglihatan tetrakromatik. Kerusakan pada sel kerucut akan menyebapkan kebutaan.

Retina

Retina adalah selapis tipis sel yang terletak pada bagian belakang bola mata vertebrata dan cephalopoda. Retina merupakan bagian mata yang mengubah cahaya menjadi sinyal syaraf.

Retina memiliki sel fotoreseptor (“rods” dan “cones”) yang menerima cahaya. Sinyal yang dihasilkan kemudian mengalami proses rumit yang dilakukan oleh neuron retina yang lain, dan diubah menjadi potensial aksi pada sel ganglion retina. Retina tidak hanya mendeteksi cahaya, melainkan juga memainkan peran penting dalam persepsi visual. Pada tahap embrio, retina dan syaraf optik berkembang sebagai bagian dari perkembangan luar otak.

Struktur unik pembuluh darah pada retina telah digunakan sebagai identifikasi biometrik.

Sel batang (penglihatan)

Sel batang dalam bahasa Inggris disebut rod cell,  merupakan Sel fotoreseptor di dalam retina yang dapat berfungsi pada kondisi cahaya yang redup. Sel batang berlawanan dengan sel kerucut. Pada umumnya terdapat sekitar 125 juta sel batang pada mata manusia. Sel ini lebih sensitif dibandingkan dengan sel kerucut sehingga sel inilah yang bertanggung jawab terhadap penglihatan dalam gelap.

Sel fotoreseptor

iris pelangi mata

warna biru atau pelangi mata

Sel fotoreseptor adalah jenis khusus dari syaraf yang ditemukan di retina yang memiliki kemampuan foto transduksi. Sel fotoreseptor berfungsi mengubah cahaya yang masuk ke retina menjadi sinyal yang dapat menstimulasi proses biologi. Secara lebih spesifik protein fotoreseptor di dalam sel menyerap foton menyebapkan perubahan pada potensial membran.

Selaput pelangi  atau iris

Selaput pelangi atau iris adalah daerah berbentuk gelang pada mata yang dibatasi oleh pupil dan sklera (bagian putih dari mata). Tekstur visual dari selaput pelangi dibentuk selama perkembangan janin dan menstabilkan diri sepanjang dua tahun pertama dari kehidupan janin. Tekstur selaput pelangi yang kompleks membawa informasi sangat unik dan bermanfaat untuk pengenalan pribadi. Kecepatan dan ketelitian dari sistem pengenalan berbasis Iris sangat menjanjikan dan sangat memungkinkan untuk digunakan pada sistem identifikasi berskala besar. Masing-masing selaput pelangi adalah unik dan seperti sidik jari, tekstur selaput pelangi dari kembar identik adalah berbeda. Tekstur dari selaput pelangi sangat sulit untuk dirusak melalui pembedahan. Kelemahan dari pengenalan dengan selaput pelangi adalah alat untuk akuisisi data relatif mahal, karena alat akuisisi harus menjamin kenyamanan pengguna dalam memakainya.

Sklera

Sklera atau selaput keras atau selaput putih adalah lapisan luar mata yang memiliki karakteristik berwarna putih, berserat, tembus cahaya, elastis dan mengandung kolagen. Sklera pada mata manusia, keseluruhan berwarna putih, kontras dengan bagian iris yang berwarna, sedangkan pada mamalia lain, bagian sklera yang terlihat memiliki warna yang sama dengan warna iris, sehingga mata mereka terlihat tidak memiliki warna putih.

Dalam usia perkembangan embrio, sklera terbentuk dari puncak saraf. Pada anak-anak, sklera berbentuk sangat tipis dan terlihat warna kebiruan pada dasar pigmen. kemudian saat menginjak usia yang semakin tua, tumpukan lemak pada sklera dapat membuatnya terlihat sedikit kuning.

Ya itulah penjelasan mengenai anatomi mata, semoga bisa menambah pengetahuan kamu.

referensi : klikharry.com, id.wikipedia.org

 

One Comment »

  1. Abed Nego March 13, 2013 at 12:09 pm -

    Membaca tentang anatomi mata membuat saya terulang kembali belajar IPA di waktu SMP.Benar-benar udah lupa saya tentang anatomi ini Mas,tapi disini udah jelas gambar dan keterangannya jadi terbantu untuk mengingat kembali Mas tentang anatomi mata ini.

Leave A Response »