Menulis Artikel Menurut Kaidah dan Etika Bahasa Baku

menulis artikel bahasa baku

Menulis artikel blog hendaknya memiliki nilai edukasi atau mendidik pembaca agar pengetahuan mereka bertambah. Fungsi tersebut bukan hanya tercermin pada materi isi berita, laporan, gambar, dan bagian artikel-artikel lainnya, melainkan harus tampak pula dalam bahasanya. Mengapa kita sebaiknya menulis artikel blog menggunakan bahasa baku? Apakah bahasa non-baku tidak diperbolehkan untuk dipakai dalam artikel blog?

menulis artikel bahasa baku

Pada dasarnya tidak ada aturan pasti mengenai bahasa yang diperbolehkan dalam artikel blog apakah baku atau non-baku. Setiap blog memiliki kelompok pembaca tersendiri sesuai umur, jenis kelamin, agama, pekerjaan, tingkat pendidikan, organisasi, dan beberapa pembeda lainnya. Meski demikian, menulis artikel blog menggunakan kaidah dan etika bahasa baku akan memberi nilai lebih bagi blog yang Anda kelola.

Drs. AS Haris Sumadiria M.Si dalam buku Menulis Artikel dan Tajuk Rencana mengatakan bahwa pada bahasa tersimpul etika. Bahasa bukan saja mencerminkan pikiran seseorang, tetapi sekaligus juga menunjukkan etika orang tersebut. Orang terpelajar beretika tinggi. Orang kurang ajar beretika rendah. Sebagian besar bahasa yang digunakan para blogger terpelajar adalah bahasa baku. Baku baku artinya bahasa resmi yang sesuai dengan ketentuan tata bahasa serta pedoman ejaan yang disempurnakan berikut pedoman pembentukan istilah yang menyertainya.

Sebagai media berbagi ide dan informasi secara online, blog pribadi juga mampu berperan sebagai pendidik. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bila seorang blogger menulis artikel blog dengan tunduk kepada kaidah dan etika bahasa baku. Dalam etika berbahasa, kita hendaknya tidak menuliskan kata-kata yang tidak sopan, kata-kata vulgar, kata-kata yang berisi sumpah serapah, kata-kata hujatan maupun kata-kata makian kepada seseorang maupun kelompok tertentu.

Blog berkualitas senantiasa menjaga reputasi dan wibawa martabatnya di kalangan pengguna internet. Hal tersebut dapat dilakukan antara lain dengan senantiasa menghindari penggunaan kata-kata atau istilah-istilah yang dapat diasumsikan tidak sopan atau mengumbar selera rendah. Kata-kata vulgar biasanya lebih banyak ditemukan pada blog populer dengan tujuan mendapatkan kunjungan dari mesin pencari sebanyak-banyaknya. Semoga artikel ini bisa memberi inspirasi bagi Anda.

Referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *