Absen itu artinya tidak hadir – Kelirumologi

kelirumulogi
Pastinya kamu pernah mendengar seseorang mengatakan, “hai kamu sudah mengisi absen belum ?”, atau “ini daftar absensi nya tolong ditandatangani ya!!”. Taukah kamu istilah absen yang umunya dipakai di sekolah, di kampus, di instansi atau di suatu organisasi tertentu sebenarnya adalah SALAH.
Sebenarnya istilah kata Absen berasal dari bahasa Inggris, yaitu dari kata Absent yang berarti tidak hadir. Tapi dalam kehidupan sehari hari kata absen bukan diartikan sebagai tidak hadir tapi malah diartikan sebaliknya yaitu absen adalah hadir.

Kekeliruan penggunaan dan pemahaman kata diatas termasuk dalam istilah Kelirumologi. Apa itu kelirumologi ? berdasarkan refensi dari wikipedia pengertian kelirumologi adalah istilah humoris untuk merujuk kepada beberapa kekeliruan logika dalam pembentukan frase dan kata yang sudah terlalu sering dipakai pengguna Bahasa Indonesia sehingga dianggap benar. Hal ini berhubungan langsung dengan keliru.

Tokoh yang pertama kali mencetuskan istilah Kelirumologi adalah seorang pengusaha dari Kota Semarang yang juga sebagai pendiri Museum Rekor Indonesia ia adalah Jaya Suprana. Sebagai pemikir, Jaya kerapkali memperdalam berbagai literatur baik dari buku maupun media lainnya untuk mempelajari kekeliruan yang terlanjur dianggap benar di tengah masyarakat. Dari hasil olah pikirnya itu, Jaya menerbitkan buku berjudul Kaleidoskopi Kelirumologi. Buku tersebut mengajak pembaca agar lebih kritis terhadap semua hal yang dianggap benar padahal sebenarnya salah.
Karena gagasannya, tokoh dengan segudang julukan ini (antara lain: pianis, kartunis, seminaris, humorolog, jamulog, kelirumolog), Jaya Suprana dikenal sebagai Bapak Kelirumologi.
jaya suprana
selain kata Absen di bawah ini beberapa contoh kata yang termasuk dalam kelirumologi

Kata abai :
Kata abai acapkali memiliki arti ganda yang keduanya memiliki pengertian bertolak belakang. Di satu sisi kata ‘abai’ dapat berarti ‘diindahkan’, ‘diikuti’, ‘dituruti’. Contoh kalimat: “Anak yang baik hendaklah mengabaikan nasihat orang tua”. Akan tetapi coba simak kalimat berikut: “Trolling sering dideskripsikan sebagai versi online dari eksperimen pelanggaran, dimana batas-batas sosial dan aturan etiket diabaikan”. Kata ‘diabaikan’ pada contoh kalimat kedua berbanding terbalik dengan contoh kalimat sebelumnya.

sebaiknya jika kita tidak yakin mengetahui arti kata ‘abai’, alangkah baiknya jika menggunakan kata ‘diindahkan’, diikuti’, atau ‘dituruti’ agar tidak terjadi pergeseran makna.

Kata pagelaran
Cukup banyak juga orang yang menuliskan kata pagelaran untuk padanan kata penyelenggaraan atau pementasan. Sejauh manakah kata tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya? Coba kita amati pola pembentukan kata berikut ini:

tani, bertani, petani, pertanian
silat, bersilat, pesilat, persilatan
dagang, berdagang, pedagang, perdagangan
mukim, bermukim, pemukim, permukiman
gelar, bergelar, penggelar, pergelaran

Merujuk pada pola pembentukan kata, maka seharusnya kata ‘pagelaran’ perlu diganti menjadi ‘pergelaran’

Pihak yang diuntungkan oleh kelirumologi
Ternyata kelirumolgi juga menguntungkan beberapa pihak, siapa pihak yang dintungkan ? salah satu contoh yang diuntungkan oleh kelirumologi adalah suatu perusahaan yang popularitas produk atau jasanya meningkat setelah suatu kekeliruan terjadi dan masyarakat menjadikannya sebagai identitas suatu produk atau jasa dibanding mengingatnya sebagai merk. Misalnya produk Aqua atau Pentium.
Kelirumologi penyebutan merk adalah keberhasilan upaya marketing yang salah satu tujuannya mempengaruhi perilaku masyarakat terhadap kesenangan suatu produk.

Semoga artikel yang membahas tentang kelirumologi di atas bisa bermanfaat untuk anda semua, dan bisa lebih memahami mana kata kata yang salah dan kata kata yang benar untuk dipakai dan diucapkan.

referensi : id.wikipedia.org

Facebook Comments

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *