Rasanya seneng banget ya……? Kalau setelah lulus Sekolah Lanjutan trus kita bisa lanjutin ke perguruan tinggi, bukan hanya enak kali… tapi juga bangga.., Gimana gak bangga?? orang bisa jadi anak kampus, punya gelar mahasiswa, (pake jas almamater) bukan gelar sebagai siswa lagi seperti jaman pake seragam merah putih sampai abu-abu putih, meskipun artinya mahasiswa dan siswa gak jauh beda… heheheh…. Yang namanya di perguruan tinggi pasti pendidikannya juga lebih tinggi dari pada pendidikan di sekolah lanjutan. Karena pendidikannya lebih tinggi tentu biaya pendidikannya pun juga lebih tinggi. Untuk kampus negeri mungkin masih ada yang biaya persemesternya Cuma ratusan ribu rupiah. Tapi kalau yang di swasta seperti sudah jutaan rupiah.
Bagi seorang anak yang otaknya pinter meski kurang mampu ekonominya tapi ada kemauan untuk kuliah, bisa saja mendapatkan beasiswa berupa keringanan biaya kuliah, atau bahkan kuliahnya tidak usah bayar alias gratis.
Sedangkan anak yang otaknya pas pasan tapi ekonominya mampu pasti bisa juga kuliah, kan ada uang…. heheheh…. kalau gak bisa masuk jalur reguler di perguruan tinggi negeri tinggal masuk aja ke non reguler, tinggal nambahin uang aja ntar juga bisa masuk, kalau masih gak bisa masuk ke perguruan tinggi negeri yang non reguler, juga tinggal cari aja perguruan tinggi swasta. (sangat mudah bagi orang yang mampu ekonominya)
Nah kalau bagi anak yang otaknya pas-pasan dan ekonominya tidak mampu…. ???? Bagi anak yang nasibnya seperti ini ada juga yang bisa kuliah dan ada juga yang tidak bisa kuliah…. mereka yang bisa kuliah adalah mereka yang memang mempunyai tekat yang kuat untuk kuliah, meskipun otaknya pas-pasan dan ekonominya lemah, mereka mampunyai semangat yang membara-bara seperti api yang baru ditumpahi minyak tanah….wuk wuk wuk wuwk…….
Cara yang sangat umum ditempuh oleh mereka adalah yaitu dengan menunda dulu kuliahnya satu atau beberapa tahun ke depan, kemudian mereka bekerja keras mengumpulkan uang untuk biaya kuliah nantinya. Pada saat bekerja mereka juga sambil belajar, mempelajari kembali pelajaran-pelajaran yang pernah diajarkan diwaktu sekolah lanjutan, karena pelajaran pada sekolah lanjutan juga nanti ada yang berhubungan dengan pelajaran pada perguruan tinggi. Sehingga pada saat dana terkumpul cukup untuk kuliah, otak pun juga siap untuk belajar semakin keras lagi di perguruan tinggi nanti. bagi mereka yang nasibnya baik, mereka kemudian juga bisa kuliah ke perguruan tinggi
Lain lagi bagi anak yang juga mempunyai tekat kuat untuk kuliah, sudah berusaha bekerja matian-matian untuk mengumpulkan dana untuk kuliah nantinya, tapi karena suatu keadaan anak itu tidak bisa mewujudkan impiannya untuk kuliah….. terasa sangat menyakitkan memang, jika sesuatu yang kita kerjakan dengan penuh semangat, penuh keyakinan, dan juga penuh pengorbanan tapi kita tidak bisa mencapainya…. Tapi kita mau gimana lagi….??? jika kita sudah berusaha dan berdoa sekuat tenaga tetapi tidak bisa mencapainya. Berarti memang Tuhan yang menciptakan kita tidak menghendaki kita untuk mencapainya… Tentu Tuhan mempunyai alasan mengapa kita tidak diizinkan untuk mencapainya, dan kita tidak boleh mempunyai pikiran buruk tentang rencana Tuhan… kita memang wajib berusaha, tapi hanya Tuhan yang mempunyai hak menentukan akhirnya… sesuatu yang kita anggap benar dan baik belum tentu benar dan baik menurut Tuhan, karena Tuhan Maha Tahu segalanya… Mungkin saja alasan Tuhan tidak diizinkan kita untuk melanjutkan ke perguruan tinggi karena mungkin jika kita tetap kuliah, kita bukanya menjadi orang yang lebih baik, dan orang yang berpendidikan, tapi malah menjadi orang yang lebih rusak, rusak moral, dan rusak ahlaknya. Sebagai contoh tidak sedikit para mahasiswa karena sesuatu hal mereka malah terjerumus pada hal-hal yang menyesatkan, kekerasan, narkoba, sex bebas dan lain-lain. Coba kita renungkan lagi, apa mau kita seperti itu, setelah bekerja keras mati-matian, eh malah masuk ke jurang ke hancuran. Tidak kan….???
Memang kebanyakan orang-orang sukses memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. S1, S2, Profsor, dan lain-lain adalah gelar yang biasa melekat pada orang-orang sukses. Tapi juga tidak sedikit orang-orang yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi keadaannya juga sama dengan orang yang latar belakang pendidikannya rendah. Banyak juga orang yang memiliki gelar sarjana nganggur di rumah…. mungkin lebih baik kalau Cuma nganggur, tapi yang lebih parah lagi kalau jadi sampah masyarakat, yang kerjaanya menyusahkan orang lain saja. Sangat aneh memang… orang yang mempunyai latar belakang pendidikan tinggi kok seperti itu…. gak sedikit orang awam bertanya “memangnya apa yang dipelajari di perguruan tinggi?, kok malah hancur seperti itu?”. Di perguruan tinggi memang selain mempelajari pelajaran umum perkuliahan juga mempelajari pelajaran moral, tapi di perguruan tinggi itu kan tidak semua mahasiswanya membawa pengaruh yang baik bagi mahasiswa yang lain, ada juga yang membawa pengaruh yang buruk. Untuk mahasiswa yang tidak terpengaruh sih tidak masalah, tapi yang bisa terpengaruh adalah sebuah musibah…. dan kuliah bukannya belajar dan mengecar cita-cita tapi malah …………..????
Jadi bukan suatu jaminan seorang yang memiliki gelar sarjana itu sukses atau berhasil. Hanya para sarjana-sarjana tertentu saja yang memang berhasil di bidangnya… yang memang pada saat kuliah di perguruan tinggi menyerap dan mempraktekknya semua materi yang diberikan oleh dosennya. Bagi seorang sarjana yang betul-betul sarjana, untuk mendapatkan pekerjaan tidak sulit, banyak juga para sarjana tidak perlu susah-susah melamar, mencari pekerjaan, mereka sudah direkrut oleh perusahaan yang membutuhkan, dengan gaji yang tidak sedikit.
Dulu saya pernah dengar dari layar televisi, seorang Bisnismen sejati yang sangat terkenal, namanya saya lupa tapi dia pernah jadi iklan tolak angin, dia mengatakan bahwa “Jika seoseorang ingin menjadi seorang Intelektual, maka hukumnya mengenyam pendidikan formal (misalnya perguruan tinggi) itu harus. Misalnya jika ingin menjadi seorang guru harus kuliah pada fakultas keguruan, ingin jadi dokter maka juga harus kuliah pada fakultas kedokteran dan lain-lain. Tapi jika seseorang ingin menjadi pengusaha, maka mengenyam pendidikan formal itu tidak harus, seorang yang ingin menjadi pengusaha bisa juga mengenyam pendidikan non formal, seperti lembaga-lembaga kursus. Ingin membuka usaha pabrik kripik tempe, berarti bisa juga ikut kursus tata boga, atau mau mau membuka usaha pabrik baju berarti ikut kursus menjahit, dan sebagainya, masih banyak contohnya mungkin kamu lebih tau….
Dari cerita saya di atas bisa saya ambil kesimpulan, meskipun kita tidak bisa melanjutkan kuliah kita tidak boleh patah semangat untuk berkarya lebih baik lagi, tidak perlu minder atau pun iri kepada teman-teman kita yang bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, atau kepada teman-teman kita yang telah memiliki gelar sarjana…. yang penting kita terus sabar dan semangat dalam berusaha dan berdo’a… Tidak bisa kuliah di perguruan tinggi bukan akhir dari segalanya. Ingatlah kita sebagai manusia hanya wajib berusaha dan berdoa tapi yang menentukan akhinya adalah Tuhan Yang Maha Tahu Segalanya.
Mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan. Saran dan kritik dari pembaca sangat saya harapkan
» Di AS, Orangutan suka pakai iPad
» Judi Togel 'Ketik REG' Surabaya Terbongkar
» Senyum Gigi Bersinar Sedang Ngetren di Jepang