Carrier IQ Apaan Sih? – Pengertian Carrier IQ

admin December 18, 2011 0



Carrier IQ | Pengertian - Penjelasan - KegunaanBerita Teknologi. Beberapa saat lalu para pengguna smartphone di seluruh dunia heboh karena mereka mendengar kabar bahwa smartphone mereka telah ditanam software mata-mata yang dapat merekam semua percakapan, pesan teks dan semua aktifitas yang mereka lakukan dengan smartphone mereka. Kabarnya lagi, tidak hanya smartphone dengan Android saja, tetapi juga iPhone smartphone milik Apple, dan bahkan juga terdapat pada webOS, BlackBerry dan Symbian pada Nokia yang ditemukan

Pengertian Software Carrier IQ
Lalu, sebenarnya Carrier IQ itu apa? Menurut Vice President Carrier IQ, Andrew Coward perusahaan pembuat software pengintai tersebut, mengatakan software yang dijual perusahaannya bukan untuk memata-matai aktivitas pengguna smartphone, meski demikian Coward tidak membantah bila software tersebut dapat membaca setiap tingkah laku pengguna, Coward mengatakan layanan itu untuk memenuhi keperluan vendor atau operator telepon dalam menganalisis, meningkatkan, dan melakukan perbaikan layanan kepada pengguna.

Meski demikian banyak kalangan yang curiga tentang penanaman software tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk menjual informasi-informasi pribadi pengguna ke pihak lain.

Coward menekankan bahwa pihaknya tidak diizinkan dan tidak memiliki hak untuk menjual atau memproses informasi apapun dengan alasan apapun.

Software Carrier IQ di Indonesia
Lalu bagaimana nasib pengguna smartphone di Indonesia? Situs berita Tempo melaporkan bahwa pengguna smartphone di Tanah Air masih adem ayem bahkan Aries Lukman Tasmin moderator milis iPhonesia dan pendiri Komunitas Android Indonesia atau ID Android, Agus Hamonangan mengaku mereka belum begitu mengerti tentang software pengintai yang tertanam di smartphone.

Menurut Onno W. Purbo, software Carrier IQ semacam malware di komputer. Oleh karena itu, Onno menyarankan pengguna untuk memasang antimalware pada smartphone. Karena maleware berkomunikasi melalui jaringan internet yang terdapat pada konsol, maka cara yang paling mudah untuk menghindari maleware mengirimkan data pribadi pengguna ke pihak lain dengan cara mematikan akses internet di perangkat smartphone.

Jalan masuk Carrier IQ di Smartphone
Bagaimana software Carrier IQ dapat masuk di smartphone? Menurut Technorati, ada dua cara software ini masuk di smartphone. Pertama, pabrikan ponsel meminta Carrier IQ membenamkan peranti lunak itu ke dalam produk buatannya. Kedua, ketika pengguna melakukan aktivasi handset mereka. Jika pelanggan melakukan log in melalui server yang menggunakan Carrier IQ, software ini otomatis ikut terbawa di dalamnya dan data pengguna ditransmisikan melalui jaringan seluler.

Cara Mengecek dan Menghapus Carrier IQ di Smartphone
Bagaimana cara mengecek dan menghapus software Carrier IQ? Untuk pengguna perangkat yang menggunakan iOS 5, pengguna dapat mematikan “Diagnostics and Usage” pada menu Settings.

Sedangkan untuk pengguna Android, untuk menghilangkan software tersebut cukup ribet, pertama untuk mengecek apakah ada software tersebut di smartphone dengan menginstal software “CIQ Checks” yang dibuat Trevor Eckhart seorang peneliti masalah keamanan sistem operasi Android. Dan untuk menghilangkannya perlu software khusus lagi yang sayangnya software tersebut tidak gratis.

Komentar Tentang Pengintaian Pengguna oleh Vendor
Menurut Agus, sebenarnya pengguna smartphone tanpa adanya software Carrier IQ juga telah diintai oleh vendornya, contohnya pengguna Android akan diintai terus oleh Google yang memiliki kepentingan mengetahui seperti apa pengguna yang menggunakan sistem Android, untuk kepentingan bisnis mereka, tidak hanya Google dengan Androidnya, demikian pula dengan Apple lewat iOS, dan Research In Motion (RIM) dengan BlackBerry-nya.

Senior Regional Sales Director Motorola Mobility untuk wilayah Asia Selatan, Robert van Tilburg, mengatakan Motorola tidak membenamkan software Carrier IQ atau yang sejenisnya di dalam produk mereka. Menurut dia, software seperti itu umumnya terdapat pada ponsel yang dijual di wilayah Amerika Serikat, Eropa, dan Australia. Artinya, kawasan Asia bisa dikatakan masih relatif aman.

“Biasanya (software jenis ini) ditanamkan pada ponsel yang sudah di-bundling dengan layanan operator seluler tertentu,” katanya.

 

Leave A Response »