The Facebook, sebuah situs sebelum Facebook

sejarah the facebook

Apakah anda yakin sesuatu yang anda temukan adalah yang pertama? Bisa jadi hal tersebut sudah pernah ditemukan orang lain sebelumnya, hanya saja tidak ada yang menyadari karena tidak menjadi terkenal. Hal ini persis seperti yang pernah terjadi pada Facebook. Ternyata nama Facebook bukanlah nama yang baru ditemukan oleh Mark Zuckerberg pada tahun 2004. Nama tersebut telah digunakan sebelumnya oleh dua orang yang lebih senior dari Zuckerberg.

Kisah Facebook yang pertama diawali di kampus Standford University. Pada tahun 1999, dua orang pemuda membuat layanan online berbasis data yang disebut sebagai “The Facebook” online. Dua pemuda ini bernama Lawrence Gentulello dan Tuyen Truong yang berhasil memindai lebih dari tujuh ribu foto mahasiswa ke dalam database online lalu direferensikan secara silang terhadap informasi pribadi mereka seperti alamat, nomor telepon dan email.

sejarah the facebook

Yang terjadi selanjutnya adalah Stanford University menutup situs tersebut dengan alasan bahwa hal tersebut melanggar privasi orang lain di dunia maya. The Facebook dianggap berbahaya karena menampilkan data sensitif orang lain di Internet. Pihak Stanford University mengkhawatirkan bahwa situs tersebut digunakan untuk mengintai mahasiswanya. Oleh karena itu kedua pendirinya tunduk dan menutup situsnya seperti pernyataan yang dikutip dalam wawancara bersama Mashable.

“Kami tunduk pada tekanan univesitas dan situs itu akhirnya ditutup. Mereka (Stanford University) takut situs itu akan digunakan untuk mengintai,” kata Gentilello.

Sayangnya mereka membuang begitu saja proyek tersebut. Jika seandainya mereka melakukan perbaikan lalu mengadakan lobi pada pihak Universitas, mungkin ceritanya akan lain, bisa jadi jejaring sosial yang terkenal saat ini bukan bernama Facebook. Mereka hanya menganggap bahwa proyek tersebut gagal dan beralih kepada proyek yang lain.

Kedua pencipta “The Facebook” ini sekarang memulai proyek berbagi layar yang bernama Screenleap. Pengguna bisa berbagi tampilan dengan pengguna lain secara gratis. Konsep yang digunakan sama seperti NetMonitor atau TeamViewer. Anda bisa “meremote” tampilan orang lain dari komputer lain asalkan keduanya sudah ada aplikasi tersebut dan mendapatkan ijin dari si pemilik. Layanan ini bisa juga digunakan untuk mengawasi karyawan dan yang lebih ironis adalah “berbagi foto di Facebook”.

Truong dan Gentillo menyakini bahwa mereka bisa membuat aplikasi berbagi layar semudah menggunakan email. Keyakinan itu mereka mantapkan dengan akan dirilisnya versi premium yang memiliki lebih banyak fitur. Tentu saja untuk mendapatkannya, orang harus mengeluarkan sejumlah uang. Mungkin mereka tidak sekaya Zuckerberg, tapi setidaknya mereka mendapatkan uang. (iwan)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *