Sejarah singkat portal besar Yahoo!

Jerry Yang dan David Filo

Yahoo! saat ini memang dikenal sebagai salah satu dari beberapa situs internet terbesar di dunia. Yahoo! merajai mesin pencarian sebelum kemudian direbut tahtanya oleh Google. Selain itu, brand yang paling mendunia pada Yahoo! adalah alamat email gratisnya. Kala itu, bahkan hingga sekarang, masih ada ratusan juta pengguna internet yang memanfaatkan fasilitas email gratis dari Yahoo! Mail. Sebut saja aplikasi yang lain, seperti Yahoo! Messenger, Yahoo! Answer dan lain-lain. Para pemuda dan pemudi pada era dibawah tahun 2010 tentu akrab dengan penggunaan Yahoo! Messenger untuk chatting, sebelum maraknya sosial media seperti sekarang ini.

Jerry Yang dan David Filo

Namun, apakah anda tahu bagaimana Yahoo! berdiri sehingga bisa menjadi seperti sekarang?

Yahoo! bermula dari ide dua orang mahasiswa dari Standford University, Jerry Yang dan David Filo. Mereka membuat sebuah situs yang disebut sebagai “Jerry and Dave’s Guide to the World Wide Web”. Saat itu tahun 1994, mereka belum menyebut situsnya itu sebagai Yahoo. Situs ini kala itu masih sangat sederhana. Mereka mengembangkan lebih lanjut situs yang menjadi proyek mereka tersebut, lalu mulai mencari nama yang lebih baik. Lantas, mereka memberikan nama Yahoo yang merupakan sebuah singkatan dari sebuah nama yang panjang.

Yahoo adalah sebuah singkatan dari “Yet Another Hierarchial Officious Oracle”, yang mana kepanjangan ini sulit diucapkan sehingga tidak menjadi populer. Namun dengan singkatan Yahoo dimana tidak setiap orang mengetahui kepanjangannya, situs ini menjadi mudah diingat dan populer oleh masyarakat pengguna internet. Kedua founder dari Yahoo pun menyukai penamaan ini karena tidak rumit dan mudah dihafalkan. Situs ini kemudian populer pada tahun 1995, dimana situs mereka banyak digunakan masyarakat internet untuk melakukan pencarian.

Sejak itu pula, ada beberapa perusahaan yang berminat berinvestasi di Yahoo. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain adalah Apple Computer, Atari, Oracle dan Cisco System. Pada awal langkah itu mereka mendapatkan dana sebesar 2 juta dolar Amerika Serikat. Salah satu pengorbanan yang dilakukan oleh dua founder Yahoo untuk meningkatkan performa perusahaannya adalah mereka berdua memutuskan untuk menunda kelulusan doktoralnya. Mereka lalu membujuk tokoh ternama di dunia bisnis dan internet untuk bergabung bersama mereka di Yahoo. Beberapa tokoh tersebut diantaranya Tim Koogle yang kemudian menjadi CEO dan Jeffrey Mallet yang kemudian menjadi COO. Koogle adalah alumni dari jurusan engineering Standford University yang merupakan mantan karyawan Motorola.

Pada tahun berikutnya, Yahoo mendapatkan suntikan dana kedua dari Reuters Ltd dan SoftBank. Pada April 1996, Yahoo memasuki pasar modal dan memperoleh nilai IPO yang sangat tinggi meskipun hanya memiliki 49 karyawan. Meskipun Yahoo saat ini didera kesulitan bersaing dengan Google, namun Yahoo belum sepenuhnya menyerah. Bahkan Yahoo baru-baru ini “membajak” petinggi Google, Marissa Mayer sebagai CEO barunya. Kini Yahoo masih dikunjungi 700 juta orang tiap bulan dari seluruh penjuru dunia dan melayani dengan 30 bahasa yang berbeda. (iwan)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *