Jaringan nirkabel Indonesia diperkirakan semakin lambat

Jaringan nirkabel

Koneksi Internet di Indonesia mayoritas menggunakan koneksi tanpa kabel atau wireless. Secara statistik, 95% pengguna internet di Indonesia adalah pengguna jaringan nirkabel. Padahal secara teoritis, jaringan tanpa kabel memiliki kapasitas yang sangat terbatas dibandingkan dengan jaringan kabel. Perbandingan antara kapasitas kabel dan nirkabel adalah 1:3 atau lebih, tergantung kabel apa yang digunakan. Aktivitas internet atau berhubungan dengan data yang cukup besar dengan menggunakan jaringan nirkabel dapat menyebabkan kongesti atau kelebihan beban pada jaringan nirkabel tersebut.
Jaringan nirkabel
Telkom sebagai penyedia layanan fixed line atau internet kabel di Indonesia sudah berusaha untuk meningkatkan kapasitas hingga 50 Mbps per kabel dan bisa terus ditambah dengan dukungan teknologi yang ada. Sedangkan kapasitas nirkabel sangat bergantung dengan banyaknya kanal spektrum frekuensi yang dimiliki oleh penyedia layanan internet tersebut. Dalam sebuah tatanan jaringan yang ideal di sebuah negara, semestinya perbandingan antara pengguna infrastruktur kabel dan nirkabel adalah 60 persen dibanding 40 persen. Jika ini tidak terpenuhi, maka koneksi internet nirkabel akan menjadi lambat karena kelebihan beban pengguna yang terus meningkat, sedangkan infrastruktur tidak bisa cepat dibangun.

Di negara seperti Malaysia, Singapore dan negara maju lainnya, pengembangan infrastruktur kabel telah selesai, baru kemudian beralih ke nirkabel. Hal ini menjadikan beban jaringan nirkabel tidak besar karena banyak pengguna yang masih menggunakan kabel. Sedangkan perkembangan di Indonesia adalah terbalik, pembangunan infrastruktur kabel belum selesai, datanglah nirkabel. Sekarang hampir semua orang memakai internet menggunakan nirkabel sehingga semakin lama jaringan nirkabel akan semakin lambat. Padahal untuk meningkatkan daya tampung dibutuhkan spektrum frekuensi yang baru. Selain alokasinya terbatas, frekuensi untuk 3G dan 4G ini membutuhkan waktu yang cukup lama dalam mengurusnya kepada pemerintah.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa pembangunan infrastruktur kabel menelan biaya yang tidak sedikit dan akan sangat lama kembali modal, tidak sepert jaringan wireless yang membutuhkan lebih sedikit modal dan juga perawatan yang mudah karena dilakukan hanya pada titik tertentu saja. Di sisi pengguna juga mudah, mereka dapat berpindah tempat tanpa susah payah karena tidak terikat kabel. Inilah yang mendorong pesatnya pertumbuhan internet nirkabel di Indonesia.

Sebenarnya sudah saatnya pemerintah melalui Kemenkominfo dan kementrian terkait memberikan kemudahan pembangunan infrastruktur kabel sehingga biaya investasinya menjadi lebih murah. Salah satunya adalah dengan mempermudah atau memberikan ruang khusus untuk penempatan kabel di jalan-jalan utama dan semua jalan yang ada di Indonesia. Jika hal ini terjadi, maka operator yang berniat membangun infrastruktur kabel dapat mengaksesnya dengan mudah dan tanpa perlu perijinan lagi yang berbelit-belit.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *