Lima Kesepakatan Antara Kemenkominfo dan Operator Terkait Pencurian Pulsa

Lima Kesepakatan Antara Kemenkominfo dan Operator Terkait Pencurian Pulsa

Lima Kesepakatan Antara Kemenkominfo dan Operator Terkait Pencurian Pulsa

Kemenkominfo didampingi Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan beberapa operator seluler Indonesia melakukan pertemuan di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, yang dipimpin oleh Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Gatot S. Dewa Broto dan didampingi perwakilan BRTI, Danrivanto Budhijanto.

Kemenkominfo juga akan menggelar pertemuan serupa dengan skala lebih luas pada Selasa (11/10/11) dengan menghadirkan instansi lain yang terkait seperti Kementerian Sosial, YLKI, Kepolisian, Bank Indonesia dan beberapa LSM.

Berdasarkan informasi dari antaranews(5/10/11), lima kesepakatan yang dimaksud antara lain :

  • Kemenkominfo meminta operator dan content provider(CP) untuk taat hukum, dan bagi yang terbukti bersalah akan dikenai sangsi.
  • Operator harus benar-benar memberikan penjelasan kepada publik, melalui televisi atau media cetak, soal reg dan unreg dari suatu pelayanan berbayar. Pemotongan pulsa pelanggan harus seizin pelanggan yang bersangkutan.
  • Ditemu-kenali bahwa nomor penggerus pulsa biasanya “short character” ,seperti ABCD sedangkan 08XXXXXXXX yang sering dikeluhkan adalah pelaku penipuan-penipuan.
  • BRTI dan regulator telah menerima 7.000 pengaduan via nomor 159 dan lebih dari 90 persen sudah ditangani bersama operator.
  • Jasa SMS premium yang positif dan mengikuti aturan hukum tetap boleh berjalan sebagai dukungan terhadap industri kreatif.

“Sebanyak 60 content provider sudah di-black list. Para operator tidak boleh lagi berbisnis dengan mereka”, kata Tifatul.

Menurut rencana, besok Selasa (11/10/11) Kemenkominfo akan bertemu dengan Bareskim untuk menindaklanjuti sejumlah konten provider yang nakal.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *