Soda Diet Meningkatkan Resiko Diabetes, Benarkah?

Soda Diet Meningkatkan Resiko Diabetes

Banyak studi dilakukan tentang dampak soda terhadap kesehatan. Penelitian terbaru mengungkap bahwa soda diet meningkatkan resiko diabetes. Meminum soda diet dengan takaran 12 ons setiap minggu bisa meningkatkan resiko diabetes tipe 2 hingga 33 persen. Resiko akan semakin meningkat sebab kebanyakan dari kita tidak hanya meminum satu atau dua kaleng saja, namun mengulanginya setiap minggu atau bahkan setiap hari.

Soda Diet Meningkatkan Resiko Diabetes

Penelitian yang dilakukan oleh salah satu lembaga di Prancis tersebut mengambil sampel sebanyak 66.118 orang yang kondisi kesehatan dan pola makannya diteliti sejak 1993 hingga tahun 2007. Hasilnya benar-benar mencengangkan. Orang yang mengkonsumsi soda diet secara teratur lebih beresiko mengalami diabetes, bahkan lebih besar daripada mereka yang mengkonsumsi soda biasa. Sementara mereka yang meminum jus buah tidak mengalami peningkatan resiko diabetes tipe 2. Pada penelitian tersebut juga terungkap bahwa wanita yang lebih memilih soft drink dengan perasa buatan minum 2 kali lebih banyak dibandingkan mereka yang meminum soda biasa. Dengan tambahan perasa buatan, wanita meminum 2,8 gelas soft drink per minggu. Sementara mereka yang mengkonsumsi soft drink biasa, hanya menimum 1,6 gelas per minggu.

Satu fakta yang perlu anda ketahui adalah pada jumlah yang sama, soda diet bisa meningkatkan resiko diabetes lebih besar daripada soda biasa atau jus buah. Setelah mengetahui bahwa soda diet meningkatkan resiko diabetes, mulai dari sekarang batasi konsumsinya. Pada penelitian tersebut juga terungkap bahwa orang yang mengkonsumsi 500 ml minuman dengan perasa buatan per minggu meningkatkan resiko diabetes hingga 33%, sementara mereka yang meminum 600 ml meningkat hingga 66%.

Anda juga mungkin sudah tahu bahwa soft drink bisa membuat seseorang menjadi obesitas. Dan obesitas memiliki keterkaitan langsung dengan diabetes. Lalu bagaimana sebenarnya soda diet yang dikenal bebas kalori dan lemak bisa meningkatkan resiko diabetes? Soda diet membuat orang ingin mengkonsumsi gula secara terus-menerus. Lebih jauh, aspartam yang merupakan pemanis buatan yang paling sering dipakai untuk soda bisa meningkatkan kadar glikemia dalam darah. Ini pada akhirnya akan meningkatkan kadar insulin dibandingkan dengan sukrosa. Sekarang anda sudah paham kan korelasinya? Meminum soda diet bisa membuat keinginan kita mengkonsumsi lebih besar, misalnya cokelat, dll.

Menurut data yang dikeluarkan oleh American Diabetes Association, ada sekitar 25,8 juta (8,3 persen dari total populasi) penduduk Amerika mengidap diabetes. Penyakit ini juga tercatat sebagai penyebab utama kebutaan pada mereka yang berusia di atas 20 tahun. Diabetes juga memiliki keterkaitan yang erat dengan penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, tekanan darah tinggi, dll. Seperti di berbagai belah dunia lain, diabetes tipe 2 merupakan yang paling umum diderita oleh warga Amerika. Penyakit ini harus diterapi sejak dini agar tidak sampai pada kondisi yang lebih parah seperti gagal ginjal.

Sekian informasi tentang “soda diet meningkatkan resiko diabetes“. Semoga ini bisa menyadarkan bahwa versi produk rendah lemak dan gula tidak selalu lebih baik daripada versi originalnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *