Sarapan dapat mengurangi resiko diabetes tipe 2

Sarapan dapat mengurangi resiko diabetes tipe 2

Sebagai manusia yang normal, setiap hari kita pasti bangun pagi. Mayoritas kegiatan sekolah, kuliah dan kerja dimulai pada pagi hari, tidak lama setelah kita bangun dari tidur. Setelah mandi dan berpakaian, tentu saja ada hal yang tidak boleh terlupakan untuk dilakukan setiap pagi. Apa itu? Tentu saja sarapan. Meskipun sarapan itu bermanfaat dan penting bagi tubuh, namun sebagian orang tidak menjadikannya kebiasaan. Padahal sarapan adalah waktu makan yang harus dipenuhi untuk menjaga kesehatan kita. Banyak alasan memang untuk tidak sarapan, mulai dari ketersediaan makanan hingga karena kebiasaan sejak kecil. Namun seharusnya semua itu bisa diatasi jika mengetahui manfaat dari sarapan itu sendiri.
Sarapan dapat mengurangi resiko diabetes tipe 2
Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang tidak makan pagi atau sarapan memiliki kecenderungan untuk tidak sehat dalam satu hari tersebut. Keluhan mereka mencapai pada level suasana hati. Ya, melewatkan sarapan dapat membuat suasana hati menjadi kurang enak, memori atau ingatan yang mundur atau gampang lupa serta energi yang terbatas sehingga gampang lelah. Orang-orang yang melewatkan sarapan memiliki kecenderungan untuk makan berlebih pada saat makan siang dan juga saat makan malam, sehingga beresiko meningkatkan berat badan.

Satu hal yang lebih baru adalah baru-baru ini sebuah riset yang dilakukan oleh National Weight Control Registry, Amerika Serikat dengan mengkaji kebiasaan makan para relawan, menunjukkan bahwa kecenderungan penurunan resiko diabetes tipe dua terjadi pada individu yang rajin sarapan. Riset yang dipublikasikan pada The American Journal of Clinical Nutrition ini memantau 29.000 pria selama 16 tahun. Peneliti mengamati pola diet, olahraga, tingkat penyakit dan tanda kesehatan yang lainnya. Salah satu hasilnya adalah ditemukan 2.000 partisipan yang mengalami sakit diabetes tipe 2 selama penelitian berlangsung.

Dari 2.000 orang partisipan yang terkena diabetes tipe 2 ini, mayoritas dari mereka tidak sarapan secara konstan atau bahkan tidak sarapan sama sekali. Peningkatan resiko sebesar 21 persen lebih tinggi untuk terkena diabetes tipe dua dialami oleh orang yang tidak sarapan dengan rutin. Hal ini didapat dari penelitian tentang memperhitungkan indeks massa tubuh atau BMI dengan kualitas sarapan tiap-tiap partisipan.

Para peneliti yakin bahwa sarapan dapat membantu menstabilkan gula darah sepanjang hari, sehingga resiko diabetes tipe 2 menjadi lebih rendah. Meskipun begitu para peneliti belum menemukan hubungan yang sangat jelas antara melewatkan sarapan dan meningkatnya diabetes tipe 2. Namun yang perlu diingat adalah sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi kalori yang besar pada makanan seperti karbohidrat dapat menimbulkan dampak yang kurang baik bagi gula darah dan kadar insulin dalam tubuh kita.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *