Penyebaran Penyakit HIV / AIDS

admin September 10, 2012 0


HIV/AIDS adalah penyakit yang sangat ditakuti dikarenakan belum ditemukan obatnya. Penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh. Penyakit yang awalnya berasal dari Benua Afrika ini menular melalui beberapa cara, yang mana kesemuanya adalah pertukaran cairan tubuh. Mendengar nama HIV/AIDS saja mungkin orang sudah bergidik ketakutan dan berharap tidak pernah mengalaminya. Virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh penderita dan membuatnya rentan terhadap sembarang penyakit. Ciri HIV/AIDS sering tidak langsung diketahui oleh penderitanya. Hal ini dikarenakan HIV membutuhkan waktu setidaknya 10 tahun sejak awal penularan. Ciri-ciri HIV/AIDS baru terdeteksi setelah si penderita dalam keadaan sakit parah. Penyebaran Penyakit HIV AIDS

Oleh karena itu, kita perlu mengetahui bagaimana sebenarnya penyebaran virus HIV sampai menyerang seseorang. Virus HIV yang berada pada tubuh penderita biasanya akan berada dalam darah, cairan kemaluan, sperma, ASI, air liur, air mata dan air seni. Cara-cara penyebaran HIV antara lain:

Hubungan kel#min dengan orang yang memiliki virus HIV

Berhubungan kel#min dengan seseorang yang memiliki HIV dalam tubuhnya sangat memungkinkan orang akan tertular HIV. Pada umumnya orang yang sudah memiliki HIV dalam tubuhnya namun belum ada 10 tahun tidak akan terlihat sakit dari luar. Penularan HIV ini dapat terjadi melalui cairan pagina atau cairan sperma yang dipertukarkan pada saat terjadi hubungan badan.

Konsumsi narkoba dengan berbagi jarum suntik

Bisa jadi mereka yang pernah mengonsumsi narkoba dengan jenis suntik seperti putaw dapat terinfeksi virus HIV. Pada keadaan menggunakan narkoba, pada umumnya orang tidak sadar dan tidak mempertimbangkan keamanan kesehatan dirinya. HIV dapat menular melalui pertukaran darah, yakni dengan cara menggunakan satu jarum suntik untuk bersama-sama. Hal ini karena sangat mungkin darah penderita HIV menempel pada jarum suntik mengandung HIV dan ketika digunakan lagi oleh orang lain, virus akan masuk ke dalam tubuh orang lain tersebut.

Proses kehamilan

Ada juga seseorng yang telah diberikan HIV sejak masih di dalam kandungan. Jika seorang ibu menderita HIV/AIDS, tidak ada pilihan lain bagi bayinya, karena pasti akan terkena HIV juga. Bayi yang dikandungnya dapat dipastikan menderita HIV/AIDS. Hal ini dikarenakan dalam masa kehamilan, sistem kekebalan tubuh seorang ibu ditransfer ke janin yang dikandungnya. Namun bersamaan dengan itu, HIV akan ikut serta dikarenakan HIV memang mengalami inkubasi dalam sel tubuh.

Korban ketidaktahuan dan ketidakpedulian

Bisa saja seseorang tiba-tiba mendapatkan HIV dan menderita AIDS padahal hidupnya lurus saja. Ia tak pernah menyuntik narkoba bersama-sama, melakukan hubungan kel#min bebas dan lain sebagainya. Hal ini bisa terjadi karena ketidaktahuan bahwa jarum suntik yang digunakan ketika ia mendapatkan injeksi imunisasi ternyata lupa diganti setelah sebelumnya digunakan untuk orang lain, yang apesnya lagi adalah penderita HIV. Bisa juga dari donor darah yang ternyata mengandung HIV. Meskipun peluang dari penularan ini sekarang sangat minim, namun tetap saja bisa terjadi dikarenakan manusia bisa salah dan lupa. Maka dari itu selain usaha kita harus selalu berdoa memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Jika melihat penyebaran HIV/AIDS diatas, seharusnya kita tidak langsung apatis dan mengatakan bahwa setiap penderita HIV/AIDS atau ODHA (Orang Dengan HIV/ADIS) itu adalah orang yang dihukum Tuhan karena kesalahannya. Bisa jadi memang begitu, bisa jadi tidak. Kenyataannya, ada bayi yang baru lahir mendapatkan HIV di tubuhnya, apakah itu dihukum Tuhan? Dosa apa baru yang baru lahir? Penderita HIV/AIDS harus dibantu dengan empati, bukan justru mengucilkan dan menstigmakan mereka. (iwan)

 

Leave A Response »