Pengertian, penyebab dan gejala stroke

Stroke adalah merupakan penyakit pembuluh darah otak dengan tanda infark serebral, atau kematian jaringan otak si penderita. Stroke disebabkan oleh pembuluh darah otak yang bocor, pecah atau tersumbat sehingga sel otak tidak mendapatkan oksigen dan asupan nutrisi dengan lancar sesuai seperti seharusnya. Meskipun boleh dikatakan bahwa stroke bukan penyakit yang mematikan seketika, namun penyakit ini bisa menyiksa penderitanya. Gejala stroke yang dapat diamati oleh masyarakat awam adalah matinya saraf penderita dilihat dari ketidakmampuannya mengontrol alat gerak dirinya sendiri.

gambar gejala stroke

WHO mendefinisikan stroke sebagai sebuah gejala defisiensi susunan sara akibat dari penyakit pada pembuluh darah otak. Gejala stroke bisa bervariasi pada masing-masing penderitanya. Ini dikarenakan adanya variasi penyebab dari stroke itu sendiri. Area mana yang mengalami defisiensi juga mempengaruhi gejala dan dampak yang terjadi. Stroke itu sendiri ada banyak macamnya, namun secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu stroke iskemik dan stroke hemorragik. Stroke iskemik adalah stroke yang terjadi akibat macetnya aliran darah ke otak serta beberapa anggota tubuh lainnya. Sekitar 75 persen penderita stroke adalah stroke iskemik. Stroke iskemik sendiri dibagi menjadi tiga bagian yakni adalah sebagai berikut:

  • Stroke trombolik yang terjadi karena pembentukan thrombus yang menyebabkan penggumpalan darah.
  • Stroke embolik yang terjadi karna pembuluh arteri tertutup dengan darah yang membeku.
  • Hipoperfusion sistemik yaitu terjadi pengecilan volume aliran darah ke seluruh tubuh ditandai dengan denyut jantung yang tidak normal atau terganggu.

Sedangkan stroke hemorragik adalah stroke yang terjadi akibat dari pembuluh darah otak yang pecah. Orang yang memiliki penyakit hipertensi merupakan mereka yang paling beresiko terkena stroke jenis ini. Stroke hemorragik sendiri masih dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Intraserebral, yakni pendarahan terjadi di jaringan otak bagian dalam.
  • Subaraknoid, yakni pendarahan yang terjadi pada ruang subaraknoid atau yang umum disebut sebagai ruang sempit antara lapisan penutup otak dengan permukaan otak.

Gejala stroke berdasarkan lokasi terjadinya

Stroke tidak hanya dibedakan berdasarkan penyebabnya, namun juga dibedakan menurut tempat terjadinya penyebab tersebut. Stroke pada masing-masing orang bisa terjadi di tempat yang berbeda-beda yang mengakibatkan gejalanya juga berbeda. Gejala berdasarkan lokasi terjadinya dibagi menjadi tiga, yakni:

  • Pada bagian batang otak, gejala yang timbul adalah menurunnya kemampuan penderita dalam hal penglihatan, pembauan, pendengaran, ekspresi wajah, pengecap dan juga reflek. Hal ini disebabkan karena batang otak mengandung 12 jenis saraf cranical yang berhubungan dengan indra yang disebutkan diatas.
  • Bagian sistem saraf pusat, gejala yang terjadi adalah berupa kemampuan otot yang melemah dan kaku diimbangi dengan fungsi sensorik yang menurun.
  • Bagian cerebral cortex, gejala yang terjadi adalah menurunnya daya ingat, timbul rasa bingung, aparaxia dan aphasia.

Tidak seperti penyakit lainnya yang perkembangannya memiliki pola tertentu karena dikendalikan oleh virus atau kuman, gejala stroke ini dapat berkembang menjadi buruk dalam hitungan menit, jam atau hari bergantung pada seberapa parah kerusakan yang terjadi. Hendaknya kita tidak menyepelekan gejala stroke dan segera memeriksakan ke dokter jika merasa ada yang tidak beres dengan tubuh kita. (iwan)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *