Mengenal penyakit kurap dan Jenis-jenisnya

penyakit kurap

 Penyakit kurap

Pernahkah anda mendengar penyakit kurap? Pasti pernah, setidaknya lewat iklan obat kulit. Kurap seringkali dipasangkan dan berkawan dengan kadas dan kutu air, padahal ketiganya adalah penyakit yang sama. Ya, memang benar, kurap adalah salah satu penyakit kulit. Kurap pada dasarnya disebabkan oleh jamur dermatofita yang terbagi dalam tiga genus, yakni Mycrosporum, Trichophyton dan Epidermophyton. Penyakit kurap memang bukanlah penyakit mematikan dan berbahaya, penyakit ini terlihat sepele namun secara signifikan dapat mengurangi kepercayaan diri si penderita. Terutama jika kurap berada di bagian tubuh yang tidak tertutip pakaian. Hal ini mengesankan bahwa si penderita adalah orang yang jorok dan tidak bersih.

penyakit kurap

Jenis kurap berdasarkan lokasi terjadinya

Penyakit kurap dapat menjangkiti siapa saja, terutama penduduk di daerah yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia. Iklim tropis berarti kelembaban udaranya cukup tinggi, dimana jamur dapat dengan mudah berkembang biak secara sempurna. Kurap disebabkan oleh infeksi jamur atau dermatofitosis. Setiap infeksi fungi atau jamur yang menyebabkan dermatofit biasanya terjadi di bagian tubuh yang tertutup dan lembab, antara lain di leher bagian bawah, sela jari kaki dan selangkangan. Namun jamur yang menyebabkan kurap juga dapat menginfeksi bagian yang terbuka seperti kulit kepala, kuku dan janggut. Berdasarkan lokasinya, kita membedakan kurap sebagai berikut:

Tinea Pedis

Jenis kurap ini sering disebut kutu air atau rangen, menyerang pada sela-sela jari kaki. Infeksinya sendiri disebut Tinea Pedis. Jamur yang bertanggungjawab atas serangan penyakit ini adalah Trichophyton dan Epidermophyton. Infeksi jamur ini menyebabkan kaki gatal-gatal sehingga mengurangi konsentrasi. Infeksi ini sering muncul pada saat cuaca panas dan hangat. Infeksinya sendiri dapat bertahan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Pada awalnya, infeksi ini berada pada jari keempat dan kelima lalu meluas menuju jari-jari yang lain di kaki sehingga ke areal bawah kaki.

Lebih lanjut, infeksi ini akan membentuk sisik halus tidak terlihat. Gejala yang terjadi adalah gatal-gatal dalam proses pembentukan sisik yang lebih kasar. Gejala gatal ini kadang menyebabkan rasa nyeri diantara sela jari kaki. Infeksi yang terlalu lama dan digaruk dapat memunculkan cairan. Pada tumit kaki dapat menyebabkan kaki seperti pecah-pecah sehingga memungkinkan bakteri untuk tumbuh di dalamnya. Penggunaan sepatu atau kaus kaki pada cuaca panas dalam waktu yang lama dapat menyebabkan bakteri dan jamur leluas berkembang biak dalam keadaan yang memungkinkan.

Tinea Unguium

Kurap jenis ini adalah kurap yang terjadi pada area kuku. Dalam bahasa ilmiahnya disebut juga dermatophytic onycomicosis atau dalam bahasa Inggris disebut juga ringworm of the nail. Infeksi yang terjadi disebabkan adanya jamur Trichophyton yang masuk ke dalam kuku dan menyerang kuku sehingga menjadi rusak. Jamur yang masuk ke dalam kuku melakukan penebalan, bertumbuh lalu merusak kuku. Hal ini menyebabkan kuku menjadi rapuh dan bentuknya menjadi tidak normal lagi. Pada umumnya penyakit ini terjadi pada kuku jari kaki yang lebih sering terbungkus dan berada dalam keadaan lembab.

Tinea Cruris adalah kurap di selangkangan

Penyakit kurap ini adalah yang paling mengganggu diantara yang lainnya. Terjadinya di bagian selangkangan, yakni pangkal paha manusia. Selain itu penyakit ini juga menjangkiti daerah lipatan paha, kelamin luar dan bahkan hingga ke bawah perut. Infeks ini bisa befsifat akut atau menahun, bahkan termasuk dalam penyakit yang bisa bertahan seumur hidup. Penyakit ini pada umumnya menyerang pria karena kebanyakan pria tidak begitu memperhatikan kebersihan daerah sekitar selangkangan ini. Penyakit ini sering dianggap enteng sehingga dapat menjadi akut. Bentuknya yang tidak terlihat membuat banyak penderita tidak segera mengobatinya. Kebanyakan dari penderita lebih suka menggaruk daripada mengobati. Kurap pada bagian ini warnanya gelap dan bergetah karena sering digaruk dan terasa sangat gatal. Penyebab utama penyakit ini adalah penggunaan pakaian dalam yang tidak bersih.

Tinea Corporis adalah kurap di sekitar leher dan badan

Infeksi Tinea Corporis disebabkan oleh jamur jenis Trichophyton di daerah leher atau badan. Jamur ini kemudian membentuk bercak bulat atau lonjong yang memiliki sisi bulatan berbintil, berisisik dan berwarna kemerahan. Daerah pada pinggir bulatan lebih kasar dibanding tengahnya dimana infeksi ini menyebabkan rasa gatal yang amat sangat. Seperti pada umumnya kurap, penyakit ini bersifat menahun atau akut. Awalnya yang terinfeksi hanya kecil saja, namun akan semakin menyebar jika tidak segera diobati secara rutin. Jamur ini termasuk dalam jenis yang mudah menularkan sporanya ke kulit orang lain. Spora jamur ini bisa masuk ke dalam handuk yang lembab. Oleh karena itu hindari penggunaan handuk secara bergantian dengan orang lain dan juga pinjam meminjam baju.

Tinea Capitis yakni kurap di kepala

Penyakit kurap ini disebabkan oleh jamur Trichophyton dan Microsporum. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak dan menyebabkan munculnya ruam bersisik yang rasanya gatal. Sisik yang terlepas sangat mirip seperti ketombe sehingga untuk mengetahui itu penyakit ketombe atau kurap tidaklah muda. Penyakit ini menyebabkan rambut rontok dan meninggalkan bekas pitak di kepala. Orang awam menyebutnya koreng. Tanda-tandan utamanya adalah kulit kepala yang mengeras karena sisik bertumpuk. Anak-anak yang tinggal di daerah kumuh perkotaan sangat rentan terhadap penyakit ini. Kondisi lingkungan kumuh yang kurang bersih serta barang-barang yang dipertukarkan dapat menularkan jamur ini dengan mudah. Infeksi pada rambut ini tidak berbahaya, hanya saja dapat menyebabkan kerontokan rambut dan kebotakan permanen jika tidak segera diobati.

Demikian adalah beberapa jenis kurap berdasarkan lokasi terjadinya. Semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan kamu. (iwan)

referensi : http://www.anneahira.com/kurap.htm

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *