Mengenal penyakit angin duduk

angin duduk

angin duduk

Apakah anda pernah mendengar tentang angin duduk? Mungkin anda pernah mendengar tentang tetangga, kerabat atau sahabat anda yang meninggal karena angin duduk. Menurut cerita suami atau istri atau sanak familinya, si penderita ini pada awalnya tampak baik-baik saja. Namun tiba-tiba ia merasakan tidak enak pada tubuhnya, sesak nafas dan dada yang terasa sakit. Keluarga yang kurang tahu apa yang terjadi menganggapnya hanya masuk angin biasa dan justru tidak segera membawa ke rumah sakit. Hal inilah yang akhirnya membuat orang tersebut akhirnya meninggal dunia dengan wajah kebiruan karena menahan sakit yang amat sangat. Jika yang terjadi seperti ini, maka bisa dibilang ini adalah akibat angin duduk atau dalam bahasa medis disebut sebagai Angina pactoris.

Dinamakan angin duduk mungkin saja karena si penderita bisa meninggal secar a mendadak dalam kondisi ketika sedang duduk-duduk. Gejala Angina pactoris ini mirip seperti gejala masuk angin biasa, hanya dengan kadar yang sedikit lebih berat. Oleh karena itu seringnya penyakit ini dianggap remeh dan tidak segera mendapatkan penanganan yang benar. Jika dilihat secara medis, penyakit ini sebenarnya adalah gejala penyakit jantung koroner. Penyakit ini sangat fatal, jika dalam rentang waktu 15-30 menit setelah serangan pertama tidak segera mendapatkan pertolongan medis, maka dapat berujung kepada kematian. Penyebab meninggalnya adalah penyakit jantung yang tidak disadari oleh si penderita. Jantung yang mengalami gangguan koroner tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga berhenti bekerja.

Penyebab angin duduk atau Angina pactoris

Orang awam menyebutnya angin duduk sedangkan dunia kedokteran menyebutnya Angina pactoris namun keduanya adalah sama, yakni adanya penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah jantung (vasokontriksi). Hal ini setidaknya memiliki empat penyebab, diantaranya adalah:

  • Infeksi yang terjadi pada pembuluh darah.
  • Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah yang diakibatkan oleh kejang yang terus menerus.
  • Adanya sumbatan atau trombosis oleh sel darah yang beku atau thrombus.
  • Aterosklerosis atau timbunan lemak dalam pembuluh darah yang mengakibatkan pembuluh darah tersumbat.

Cara mencegah terjadinya angin duduk

Masyarakat modern dewasa ini hidup dengan resiko besar penyakit jantung. Penyakit ini menduduki urutan pertama penyakit yang banyak membunuh orang Indonesia. Oleh karena itu kita harus memperbaiki pola hidup. Kebiasaan makan junkfood dan makanan yang mengandung kolesterol tinggi menjadi penyebabnya. Pola makan yang baik harus mengikuti pola makan empat sehat lima sempurna. Sehingga efek buruk yang mungkin ada pada makanan yang berlemak dapat dieliminasi dengan adanya makanan yang lain.

Stres adalah suatu kondisi yang umum dialami oleh manusia, namun sebenarnya bisa dihindari atau setidaknya diatur. Stres yang baik adalah stres yang sifatnya sementara saja, jangan berlarut-larut. Mempertebal keyakinan terhadap ajaran agama dapat meningkatkan kesehatan karena membuat orang lebih tenang dan tidak terlalu stres. Stres yang tinggi dapat menyebabkan penyakit jantung karena dalam keadaan stres otak dipaksa bekerja melebihi normal dan jantung akan mengikuti karena harus mensupport otak. Selain itu emosi yangg stabil dan lebih sabar dapat menghindari stres dan serangan jantung. Orang dengan emosi yang labil memiliki resiko serangan jantung yang tinggi karena kinerja jantung dan otaknya yang terkadang lebih daripada normal.

Dan yang terakhir adalah memperbanyak olahraga ringan hingga sedang dan berat. Olahraga adalah solusi klasik dari setiap masalah kesehatan. Olahraga diyakini dan terbukti mampu untuk menjaga kesehatan kita. Jantung akan secara aktif terbiasa bekerja pada keadaan yang prima, sehingga tidak akan ada masalah ketika harus bekerja sedikit lebih keras daripada biasanya. (iwan)

Facebook Comments

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *