Mengenal kanker usus – Gejala, Penyembuhan dan Pencegahan

kanker usus

Kanker Usus

Dewasa ini banyak orang terjangkit penyakit kanker usus. Penyebab kanker usus sendiri saat ini belum diketemukan secara pasti. Namun seperti halnya kanker yang lain, para ahli kesehatan menduga bahwa kanker usus disebabkan oleh gaya hidup yang buruk seperti konsumsi alkohol, makanan berlemak tinggi dan merokok serta aktivitas bergadang yang berlebihan. kanker usus

Gejala penyakit kanker usus

Penyebab penyakit kanker usus memang belum diketahui secara pasti, namun kita dapat mendeteksi gejala penyakit ini yang terjadi pada saat awal serangan. Gejala-gejala kanker usus itu antara lain sebagai berikut:

  1. Perut mudah sakit dan terasa mulas. Sel-sel usus mengalami malfungsi pertumbuhan, sehingga bisa menyebabkan infeksi. Beberapa orang menganggap hal ini sebagai radang usus, padahal jika menyebar maka bisa bahaya dan baru ketahuan jika menderita kanker usus.
  2. Adanya pendarahan dalam usus yang terdeteksi pada saat buang air besar. Warna kotoran tidak normal dan mengandung darah.
  3. Penderita seringkali mengalami mencret atau sembelit dalam waktu yang lama, bisa berminggu-minggu. Hal ini merupakan pertanda bahwa sel kanker di usus sudah mulai aktif menjalankan aksi.
  4. Berat badan turun dengan drastis meskipun tidak terlihat sakit diluar dan tidak mengalami penurunan nafsu makan.
  5. Terjadi keinginan buang air besar meskipun sudah melakukannya berulangkali.
  6. Mudah terasa lelah dan capai apabila melakukan kegiatan atau aktivitas yang menguras tenaga.
  7. Susah buang angin padahal perut terasa kembung dan sepertinya udara dalam lambung dan usus sudah penuh. Perut berasa tidak nyaman dan tidak enak badan.

Namun gejala diatas baru merupakan gejala awal. Jika menderita hal diatas, belum tentu secara pasti anda menderita kanker usus. Bisa saja radang usus karena bakteri atau hal lain. Memeriksakan diri ke dokter secepatnya adalah hal terbaik yang bisa dilakukan.

Penyembuhan penyakit kanker usus

Jika sudah divonis positif menderita penyakit kanker usus oleh dokter, maka jalan satu-satunya adalah melakukan operasi untuk membuang sel-sel kanker yang ada dalam usus tersebut. Setelah operasi berhasil, maka dilanjutkan dengan kemoterapi dan radiasi yakni proses penyiranan untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa. Jika tidak diberlakukan perawatan tambahan diatas, bisa saja sel itu tumbuh lagi dan penyakit kanker usus akan terulang pada tubuh anda.

Pencegahan penyakit kanker usus

Pencegahan penyakit kanker usus dapat dilakukan, meskipun penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Berdasarkan catatan riwayat kesehatan dan pola makan penderita, kita dapat menyimpulkan hal-hal yang dapat kita lakukan untuk menghindari penyakit ganas ini. Yakni tidak terlalu sering menyantap makanan yang mengandung lemak tinggi.

  • Jika ingin mengonsumsi daging, anda baiknya memilih bagian yang berwarna merah. Disarankan untuk mengonsumsi ikan, baik tawar maupun laut yang lebih sehat dan berprotein tinggi.
  • Pagi anda yang suka mengonsumsi minuman beralkohol, ada baiknya jika anda segera menghentikan kebiasaan buruk tersebut.
  • Perbanyak makan buah dan sayuran yang mengandung serat tinggi. Buah dan sayuran terbukti ampuh dalam mencegah terjadi kanker dalam tubuh manusia berkat zat yang bersifat antioksidan dan antikanker.
  • Bagi perokok, mungkin bisa anda hentikan kebiasaan buruk tersebut. Selain mencegah kanker usus, anda juga dapat mencegah penyakit kanker lainnya seperti kanker paru-paru serta serangan jantung.

Tentu saja yang tidak boleh ketinggalan adalah pemeriksaan kesehatan rutin untuk mengetahui kinerja organ tubuh anda setiap 6 bulan sekali. Hal ini bertujuan untuk mengenali gejala kanker lebih cepat dan segera bisa ditangani. Nasehat klasik ini mungkin berguna bagi anda, yakni olahraga yang teratur setiap hari. (iwan)

Facebook Comments

1 Comment

  1. Pastadi

    Saya setuju sekali untuk kita berhati-hati dengan pengobatan alternative. Kalau mau ambil pengobatan alternative harus yang benar2 sudah teruji secara klinis, bukan hanya berdasarkan testimoni semata. Lebih jauh kita juga harus melihat rekomendasi para dokter untuk hal tersebut. Meskipun sangat sedikit dokter akan merekomendasikan hal itu.

    Silahkan baca artikel dr Dr. Neil Solomon MD, PHd. tentang pengobatan alternative untuk kanker.
    Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *