Mencegah Anemia pada ibu hamil

Anemia pada ibu hamil

Anemia pada ibu hamil

Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah yang ada pada sistem darah secara keseluruhan mengalami jumlah yang kurang dari normal. Anemia disebabkan oleh berbagai macam hal diantaranya adalah kelainan pada sumsum tulang belakang dan keukurangan zat besi. Pada ibu hamil, ternyata anemia tidak hanya dikarenakan kekurangan zat besi. Untuk itu ibu yang sedang hamil perlu adanya pengaturan nutrisi yang baik dengan pola makan yang seimbang supaya tidak terjadi kekurangan asupan zat besi dan nutrisi mikro penting lainnya.

Ahli Gizi, dr. Inge Permadhi SpGK, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan bahwa 60 persen anemia pada kehamilan adalah dikarenakan defisiensi zat besi. Namun ternyata tidak hanya itu saja, 40 persen diantaranya adalah juga dipengaruhi dengan defisiensi zat gizi lainnya seperti asam folat, vitamin B12, serta protein. Untuk mencegah anemia pada kehamilan, ibu hamil perlu mendapatkan nutrisi dengan pola makan seimbang untuk memastikan asupan nutrisi tercukupi. Pada saat hamil, ibu membutuhkan 26 mg zat besi setiap harinya. Jumlah ini tetap tidak berubah sepanjang masa kehamilan, mulai dari trimester pertama hingga akhir.

Azar besi dibutuhkan sel darah sebagai salah satu bahan sel darah merah. Sel darah merah sendiri berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan mengambil karbondioksida lalu kembali menuju paru-paru untuk ditukar dengan oksigen. Zat besi sendiri terbagi menjadi dua, yakni yang mudah diserap tubuh yakni dari unsur hewani, yang umumnya akan dibuang jika jumlahnya mencukupi. Sedangkan zat besi yang tidak mudah diserap tubuh seperti dari suplemen selalu diterima oleh tubuh, namun memiliki resiko toksifikasi jika berlebihan. Untuk itu jika mengkonsumsi suplemen zat besi, usahakan mengkonsumsi juga buah yang mengandung vitamin C untuk mengatasi jika terjadi toksifikasi.

Sementara itu kebutuhan asupan kalsium pada ibu hamil adalah 1000 mg per hari. Pada trimester kedua, perlu tambahan 150 mg lagi per hari, jadi total 1150 mg per hari. Nutrisi lain yang penting adalah asam folat dengan kebutuhan asupan pada ibu hamil sebesar 400 mikrogram, namun perlu ada tambahan 200 mikrogram pada trimester kedua sehingga total 600 mikrogram per hari. Asupan asam folat bisa didapat dari sayuran berwarna hijau tua dan kacang-kacangan.

Untuk itu para ibu seharusnya mempersiapkan nutrisi sebelum hamil dan memastikan bahwa kebutuhan nutrisi selama hamil terpenuhi. Selain zat-zat yang sudah disebutkan diatas, ibu hamil memerlukan asupan protein sebesar 17 gram setiap harinya sebagai sebuah kebutuhan normal. Seperti yang kita ketahui, kekurangan nutrisi pada saat kehamilan dapat menyebabkan bayi terlahir cacat secara fisik maupun cacat otak. Oleh karena itu menjaga pola makan yang seimbang dan nutrisi yang lengkap harus dilakukan oleh ibu hamil supaya bayinya lahir sehat. (iwan)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *