Memahami Gejala dan pengobatan sirosis hati

Gejala dan pengobatan sirosis hati

Gejala dan pengobatan sirosis hati

Sebelumnya kita telah membahas tentang apa itu sirosis hati dan penyebabnya. Saat ini kita akan membahas mengenai gejala dan pengobatan sirosis hati. Pada stadium awal terjadinya penyakit hati, seorang penderita pada umumnya tidak merasakan gejala apapun. Jika sel yang mengalami fibrosis semakin banyak, maka gejala yang timbul adalah nyeri pada bagian rongga perut sebelah kanan, di mana organ hati manusia berada. Gejala sirosis hati berikutnya adalah gatal di seluruh tubuh. Gejala ini muncul akibat menumpuknya racun dalam tubuh dan aliran darah. Hal ini dikarenakan hati tidak mampu melakukan detoksifikasi.

Gejala dan pengobatan sirosis hati

Gejala lanjutan pada sirosis hati

Keadaan ini juga menyebabkan tubuh penderita sirosis lebih rentan sakit dan nafsu makan menurun. Meningkatnya konsentrasi zat beracun dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental. Hal ini terjadi karena racun yang ada dalam darah mempengaruhi kinerja otak. Jika tidak segera diatasi maka dapat menyebabkan kepribadian dan perilaku penderita berubah, menjadi pelupa, kebingungan dan kesulitan konsentrasi. Dalam hal fungsi peronbakan sel darah merah, organ hati akan membuat produksi sel darah merah berkurang karena sel darah yang mati tidak dapat terurai dengan baik.

Pengobatan untuk mengatasi sirosis hati

Pada dasarnya kerusakan sel hati yang terlanjur terjadi pada penderita tidak dapat diperbaiki. Tujuan pengobatan hanya dilakukan untuk menghambat kerusakan sel hati dengan menghambat perluasan pengerasan hati. Cara lainnya adalah mencegah terbentuknya fibrosa pada hati. Pola hidup yang dapat membantu hal ini adalah tidak mengonsumsi alkohol, makanan yang mengandung zat pewarna, pengawet dan pemanis buatan. Penderita juga harus tidur tepat waktu dan berolahraga secara teratur. Kegiatan yang tidak sesuai dengan jam biologis harus dihentikan.

Jika penyebab sirosis hati adalah virus hepatitis, maka harus dilakukan pengobatan untuk mengendalikan virus hepatitis dalam tubuh. Begitu pula jika yang terjadi adalah hepatitis autoimun yang diobati dengan pemberian suntikan hormon atau obat yang menekan produksi imunitas. Terapi yang sudah dijelaskan tidak menyembuhkan penyakit secara tuntas. Jika sel hati yang mengalami pengerasan hanya sedikit maka dapat dilakukan pengangkatan sebagian organ hati tersebut. Hati adalah organ ajaib yang dapat melakukan regenarasi sehingga terbentuk hati yang utuh dalam beberapa waktu.

Jika sirosis hati sudah menyebar ke seluruh organ hati, maka satu-satunya solusi adalah penggantian hati penderita dengan organ donor yang didapat dari orang yang sudah meninggal. Cara ini disebut sebagai transplantasi hati. Biaya yang harus dikeluarkan tidaklah murah. Selain itu donor yang tepat belum tentu ada karena harus menunggu kematian donor. Namun kini ada metode baru untuk mengganti organ hati tanpa menunggu donor yang sesuai yakni dengan sistem stem sel. Sel ini merupakan sel yang memiliki kemampuan membelah dan berdiferensiasi membentuk jaringan sel yang berbeda dari tempat sel tersebut diambil. Stem sel yang diambil dari berbagai organ tubuh seperti sumsum tulang akan dimasukkan ke dalam organ hati setelah sebelumnya diseleksi.

Teknologi stem sel ini juga tidak murah. Bahkan lebih mahal daripada cangkok atau transplantasi hati. Oleh karena itu sudah terbukti bahwa kesehatan tubuh kita sangat mahal. Maka dari itu harus dijaga dengan baik. Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati, bukan? (iwan)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *