Kandungan gizi dan jenis makanan fermentasi

admin September 29, 2012 1


Anda pasti pernah mendengar bahwa dalam memasak sayuran, kita tidak boleh memasaknya terlalu matang karena dapat mengurangi kandungan vitamin dan zat gizi yang penting dalam sayuran. Jika memang demikian adanya, bagaimana dengan makanan fermentasi? Apakah kandungan gizi dalam makanan fermentasi akan hilang atau justr u bertambah karena pengolahannya?

Pertanyaan ini pasti sering terlintas di kepala banyak orang. Makanan fermentasi memang memiliki keistimewaan tersendiri. Makanan ini memang mengalami banyak perubahan, mulai dari rasa, bentuk dan penampakan yang tidak segar. Sehingga wajar jika pertanyaan tersebut pernah terlintas dalam pikiran orang. Padahal makanan fermentasi ternyata tidak mengalami penurunan zat gizi, hanya ada perubahan zat gizi saja. Ada beberapa makanan fermentasi bahkan menjadi semakin bergizi daripada bahan makanan asalnya.

Beberapa macam makanan dan minuman fermentasi

Makanan dan minuman hasil fermentasi merupakan hal yang dapat kita temui di masyarakat umum. Berikut adalah beberapa jenis makanan dan minuman fermentasi yang tidak asing lagi, diantaranya:

  1. Makanan fermentasi – tempe

tempe

Makanan fermentasi yang terbuat dari kacang kedelai dan difermentasi menggunakan jamur rizhopus ini adalah makanan dengan kadar gizi yang tinggi. Tempe mengandung protein tnggi, radikal bebas, dan kalori. Khasiat tempe bagi kesehatan antara lain adalah menghambat penuaan, pencegah jantung koroner, kanker dan diabetes. Selain itu tempe juga mengandung antibakteri penyebab diare serta menurunkan kolesterol dalam darah. Di Indonesia, tempe merupakan makanan rakyat dimana harganya cukup terjangkau namun bergizi tinggi. Tempe mudah dicerna daripada bahan aslinya, yakni kedelai.

  1. Makanan fermentasi – yoghurt

yoghurt

Yoghurt adalah makanan fermentasi yang dibuat dari susu. Yoghurt sering disebut sebagai susu asam. Susu yang difermentasi ini memiliki bau yang khas karena proses fermentasi gula susu atau laktosa yang kemudian menjadi asam laktat. Proses ini menyebabkan protein dalam susu menggumpal menjadi semacam jel. Yoghurt kaya akan protein, vitamin B dan mineral. Lemak dalam yoghurt memiliki jumlah yang sama dengan lemak pada susu bahan fermentasinya. Yoghurt memiliki manfaat antara lain melancarkan pencernaan dan menghindari kanker usus.

  1. Makanan fermentasi – kimchi

kimchi

Kimchi adalah makanan fermentasi yang berasal dari Korea dan China. Asinan sayur dan lobak khas ini dibuat melalui proses fermentasi dengan menggunakan bakteri laktobasilus yang juga digunakan dalam pembuatan yoghurt, keju, bir, anggur, cuka dan cokelat. Sayuran kimchi pada umumnya adalah sawi putih dan lobak yang diberi garam lalu dicuci. Selanjutnya kimchi akan diproses dengan kecap ikan, bawang putih, udang, cabai dan jahe. Kimchi sangat baik untuk pencernaan, oleh karena itu menjadi santapan khas orang Korea dan China sehari-hari.

Demikian beberapa makanan fermentasi yang kami bahas disini. Sebenarnya masih banyak sekali makanan dan minuman fermentasi yang ada di dunia ini. Masih ada oncom, tape, brem, tuak, dan lain-lainnya. Semoga artikel singkat kami ini bermanfaat. (iwan)

 

One Comment »

  1. yuni December 21, 2012 at 6:41 am -

    manfaat dan mikroorganisme yang di gunakan saat fermentasinya dari tiap makanan di atas mana…….?

Leave A Response »