Berbicara soalan kosmetik dan jerawat

kosmetik dan jerawat

Kosmetik adalah suatu barang yang sangat erat kaitannya dengan wanita. Tidak ada wanita yang tidak menggunakan kosmetik, meskipun itu hanya satu jenis saja. Apakah itu hanya bedak, pelembab atau bahkan hanya lip balm saja. Kosmetik dewasa ini sudah seperti kebutuhan pokok bagi wanita, seperti halnya makanan. Jika tak ada kosmetik, seperti makan nasi tanpa garam. Istilahnya, tidak afdol. Hal ini dapat dibuktikan dengan anda melihat iklan di televisi. Hampir 30 persen lebih iklan adalah kosmetik untuk wanita. Jika kosmetik tak begitu laris dan pasarnya tidak besar, untuk apa para produsen menghabiskan dana tidak sedikit untuk beriklan di televisi? Sebuah survey sederhana yang dilakukan di sebuah toko kosmetik, di sebuah pasar tradisional menunjukkan bahwa omset penjualan produk kosmetik buatan PT. Unilever saja mencapai 22 juta rupiah per hari. Itu hanya di satu toko dan hanya produk Unilever saja. Belum toko yang lainnya dan merek yang lainnya. Cukup mencengangkan, bukan? kosmetik dan jerawat

Kosmetik seharusnya disesuaikan dengan jenis kulit

Setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda. Ada orang yang memiliki kulit tipe kering, normal atau berminyak. Ada juga yang memiliki jenis kulit normal namun cenderung kering. Pada kulit berminyak, sangat rawan terjadinya jerawat dan kelainan kulit lainnya. Tipe kulit yang sangat variatif ini justru membuat para produsen kosmetik menciptakan berbagai macam kosmetik yang diklaim aman untuk tipe kulit tertentu. Misalnya busa pembersih khusus untuk kulit berminyak, dan lain sebagainya. Setiap kosmetik tersebut memiliki kandungan yang berbeda-beda.

Untuk orang yang memiliki masalah pada jerawat, kosmetik yang dipilih yang menawarkan solusi dalam menghadapi jerawat lebih dilirik daripada yang lain. Bisa jadi malah memborongnya sebelum tahu bagaimana khasiatnya. Namun ada suatu kasus dimana meskipun kosmetik tersebut diklaim mampu menyelesaikan masalah jerawat, namun kenyataannya justru memperbanyak jumlah jerawat di wajah. Nah, kosmetik yang dipilih justru menjadi penyebab timbulnya lebih banyak jerawat. Jerawat bertambah besar dan memerah. Pada akhirnya mereka memilih berhenti menggunakan kosmetik tersebut dan melirik merek dan jenis yang lain.

Masalah pada kulit selain jerawat adalah kulit yang kering. Kebanyakan konsumen akan memilih produk yang cenderung memiliki minyak dan melembabkan. Tujuannya supaya kulit lembab dan terasa kenyal. Pada kulit kering, tentu saja tidak akan ada masalah jerawat karena penyebabnya nyaris tidak ada. Padahal sebenarnya penyebab jerawat adalah tipe kulit itu sendiri. Jerawat disebabkan kandungan minyak yang terlalu banyak dalam kulit justru mengikat kotoran. Kotoran mengendap di dalam pori-pori dan akhirnya menimbulkan peradangan. Peradangan inilah yang disebut sebagai jerawat.

Maka dari itu, jika anda memiliki kebutuhan khusus dalam merawat kulit, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter ahli kulit daripada trial error dengan menggunakan kosmetik yang dapat membuat kulit anda semakin rusak. Semoga bermanfaat. (iwan)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *