Beberapa fakta mengenai sel darah merah

admin September 8, 2012 0


fakta mengenai sel darah merah

Manusia tidak akan bisa hidup tanpa darah. Jika terjadi luka, selain perih pasti darah akan keluar. Darah memang menguasai di seluruh anggota tubuh. Darah hanya tidak ada pada bulu, rambut dan kuku. Selain tiga bagian tersebut, semua pasti ada darah yang mengalir. Darah terdiri dari beberapa sel di dalamnya, salah satunya adalah sel darah merah. Sel darah merah merupakan sel yang paling banyak ada dalam darah. Sel ini berfungsi untuk mengedarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Penciptaan makhluk hidup terutama manusia adalah sudah sempurna. Sistem yang ada di dalam tubuh manusia atau hewan memang dibuat dengan desain yang lebih daripada sempurna. Apa saja fungsinya pasti disesuaikan dengan organ lainnya. Seperti misalnya sel darah merah yang berfungsi sebagai suplier oksigen kepada seluruh sel dalam tubuh.

Fakta sel darah merah #1: jumlah sel darah adalah yang terbesar

Ukuran sel darah yang ada dalam tubuh manusia adalah yang terkecil diantara sel-sel lain dalam tubuh manusia. Sejatinya bentuk sel darah merah adalah kepingan bulat dengan lekukan di tengah, persis seperti yoyo. Ukuran diameternya antara 6 hingga 8 mikrometer, sedangkan ketebalannya adalah sekitar 2 mikrometer. Dalam satu mikroliter, terdapat sel darah merah dalam jumlah 6 femtoliter atau sekitar 6 juta sel, untuk darah yang normal. Pada jumlah sebesar 6 femtoliter tersebut hemoglobin adalah komposisi utama sel darah merah, yakni hampir sekitar sepertiga dari yang ada. Jumlah sel darah merah sebanyak ini tentu sangat banyak jika dibandingkan sel darah putih yang hanya berkisar 4000 hingga 11000 dan zat lain bernama platelet yang hanya 150000 hingga 400000 per mikroliter darah.

Fakta sel darah merah #2: jumlah sel darah berbeda karena jenis kelamin dan kontur wilayah

Sel darah wanita sangat berbeda jumlahnya dengan pria. Jumlah sel darah pria mencapai 5 hingga 6 juta sel per mikroliter darah. Sementara wanita hanya memiliki 4 hingga 5 juta sel darah merah dengan takaran yang sama. Hal ini yang menyebabkan pria lebih kuat secara fisik karena distribusi oksigen ke dalam sel cukup banyak sehingga pembakaran energi lebih besar. Selain berbeda karena jenis kelamin, jumlah sel darah juga berbeda berdasarkan ketinggian dataran tempat tinggal seseorang.

Fakta ini memang unik dan sudah diketahui banyak orang. Semakin tinggi suatu dataran, semakin sedikit jumlah oksigen yang ada dalam udaranya. Oleh karena itu manusia yang tinggal di dataran yang tinggi terbiasa mendapatkan sediikit oksigen dalam satu hirupan nafas. Oleh karena itu sel darah merah manusia yang hidup di pegunungan cenderung lebih besar untuk mengoptimalkan penyerapan oksigen dalam satu tarikan nafas. Untuk yang terbiasa tinggal di daerah dataran rendah dengan oksigen padat, maka umumnya akan mengalami pusing dan menurunnya bahkan hilangnya kesadaran.

Fakta sel darah merah #3: sel darah merah lahir, dewasa dan mati

Sel darah merah dibuat di sumsum tulang belakang. Proses pembentukan tersebut bernama eritropoiesis. Sel darah merah diproduksi dengan kecepatan yang sangat super, yakni dua juta eritrosit per detiknya. Dalam produksi sel tersebut ada satu hormon yang mempengaruhi kecepatan produksi, yakni hormon bernama eritropoietin. Sebelum sel darah merah menjadi dewasa dan dilepas ke darah maka sel darah merah disebut sebagai retikulosit. Retikulosit adalah fase sebelum sel darah merah dewasa. Sifat sel darah merah ini adalah berkembang, mulai dari lahir, dewasa menjalankan tugas dan akhirnya mati digantikan yang baru.

Waktu yang dibutuhkan dari retikulosit di dalam sumsum tulang belakang hingga menjadi eritrosi adalah 7 hari. Sedangkan umur kerja eritrosit adalah antara 100 hingga 120 hari. Sel darah merah yang sudah mati akan dideposisi ke limfa. Hemoglobin yang terkandung dalam sel darah merah akan diproses dan dibawa ke hati untuk diubah menjadi cairan empedu. Sedangkan zat besi yang ada dapat digunakan kembali sebagai modal pembentikan sel darah merah yang baru. Proses regenerasi tersebut berlangsung terus selama manusia masih hidup.

 

Leave A Response »