Alasan wanita sulit menurunkan berat badan – bagian kedua

berat badan wanita

berat badan wanita

Sebelumnya kita telah membahas tentang dua alasan wanita sulit menrunkan berat badan. Pada kesempatan lalu itu kita membahas mengenai masalah intoleransi makanan dan kelainan pada kelenjar tiroid sebagai penyebabnya. Sekarang kita akan membahas hal lain yang menjadi alasan kesulitan wanita dalam menurunkan berat badan.

Kekacauan hormon dalam tubuh

Kekacauan hormon dalam tubuh wanita dapat mengakibatkan berat badan yang tidak kunjung turun bahkan justru bertambah. Menurut penelitian, satu dari sepuluh wanita usia produktif mengidap poycystic ovary syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik. Kondisi ini terjadi ketika indung telur wanita memproduksi banyak hormon pria. Selain mengakibatkan kesalahan pada saat ovulasi, hal ini dapat mengakibatkan kondisi metabolisme yang menurun. Ciri orang yang mengidap penyakit ini adalah siklus menstruasi yang tidak teratur, berat badan bisa naik tiba-tiba tanpa sebab padahal asupan makanan normal, kesulitan hamil dan bahkan bisa mengalami kebotakan pada pria.

Konsumsi obat-obatan tertentu

Ada beberapa jenis obat seperti steroid, pil KB dan antidepresan yang memiliki efek samping menurunkan metabolisme dan menaikkan berat badan. Hal ini disebabkan oleh adanya retensi air secara sementara. Anda dapat melihat bahwa jika berat badan anda naik sementara asupan makanan anda tetap beberapa minggu setelah mengkonsumsi obat-obatan tertentu, artinya obat itu adalah penyebab naiknya berat badan anda.

Alasan ilmiah lain wanita sulit menurunkan berat badan daripada laki-laki

Selain itu ada beberapa alasan lain yang cukup ilmiah berdasarkan perbedaan fisik antara pria dan wanita. Hal-hal tersebut antara lain:

  • Wanita memiliki lebih banyak lemak daripada otot. Sedangkan pria memiliki lebih sedikit lemak dan lebih banyak otot. Hal ini mengakibatkan pria mudah menurunkan berat badan dibanding wanita. Apalagi seorang calon ibu lemaknya sangat penting karena membantu penyediaan makanan bagi janin ketika dalam kandungan atau menyusui.
  • Wanita memiliki lemak di bagian bawah tubuh, sedangkan pria diatas tubuh. Seperti diketahui, bagian atas tubuh lebih banyak bergerak sehingga lemaknya mudah terbakar dibandingkan bagian bawah tubuh. Hal inilah yang mendukung fakta bahwa pria lebih mudah membakar lemak dan menurunkan berat badan.
  • Pria memiliki ukuran tubuh yang lebih besar daripada wanita. Ukuran tubuh inilah yang menyebabkan pria lebih mudah menurunkan berat badan karena lebih mudah memanas dan membakar lemak yang ada. Sebaliknya, ukuran tubuh yang kecil susah untuk membakar lemak pada tubuh.
  • Adanya hormon testosteron yang lebih besar pada pria juga mempengaruhi kemampuan membakar lemak pada pria. Hormon ini meningkatkan metabolisme tubuh ketika disekresikan dalam darah. Oleh karena wanita hanya memiliki sedikit saja, maka wanita sulit membakar lemak.
  • Hormon progesteron yang ada pada wanita membuat wanita cenderung menumpuk lemak dan menyebabkan tubuh membesar ke samping. Hormon ini memicu rasa lapar dan membuat wanita terus ingin makan. Disamping itu hormon ini membuat wanita mengantuk dan dan kurang berolahraga sehingga air dan lemak dalam metabolisme tersebut menumpuk dan mengakibatkan kegemukan.
  • Kehamilan menjadi satu kunci sulit menurunkan berat badan. Pria tidak didesain untuk hamil, oleh karena itu pria tidak mengumpulkan lemak di tubuhnya. Wanita menumpuk lemak pada tubuhnya ketika masa hamil karena janin membutuhkan lemak tersebut.

Kunci sukses dalam usaha menurunkan berat badan adalah jangan terlalu ekstrim dan jangan terlalu memikirkannya. Seorang wanita yang memikirkan berat badannya cenderung akan semakin bertambah berat badannya. Demikian adalah bunyi salah satu riset di negara Inggris. Cukup kurangi saja makanan yang berlemak, mengasup makanan yang bergizi, banyak protein, vitamin dan mineral. Minum air putih dan banyak mengkonsumsi buah dan sayur dapat membantu menurunkan berat badan tanpa harus tersiksa. Selamat berjuang! (iwan)

Facebook Comments

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *