Mewaspadai fitnah yang dapat ditimbulkan dari harta kita

menghindari fitnah dari harta kita

menghindari fitnah dari harta kita

Harta sebenarnya bukan hal yang buruk. Bahkan Allah menyebutnya sebagai “khar” atau kebaikan. Namun seperti instrumen lain di dunia, harta adalah alat. Alat bisa digunakan untuk apa saja sesuai dengan yang memegangnya. Itulah harta, bisa digunakan sebagai alat untuk meraup ridha dan pahala Allah dengan jalan zakat, infaq dan sodaqah. Juga dapat digunakan sebagai jalan mendapatkan pahala abadi dengan cara wakaf. Harta itu diperlukan bagi umat muslim karena kemiskinan dapat mengakibatkan kita dekat dengan kekufuran. Seperti

“Orang2 beriman yang miskin mudah menjadi kufur atau mudah jatuh ke neraka.” HR Muslim.

Bagi orang miskin, hanya ada dua pilihan, yakni kufur dan syukur. Jika bersyukur, ia selamat dan lebih tinggi derajatnya. Namun jika ia kufur, celakalah dia di dunia dan akhirat. Kufur itu sendiri adalah saudara daripada kafir. Hanya mungkin berbeda sedikit wajah dan penampakannya. Dan peringatan Rasulullah diatas sudah terbukti adanya di masa kini. Orang miskin dengan mudah berpindah agama hanya karena iming-iming satu dos mie instan dan 10 kg beras per bulan. Orang bisa menjadi pencuri, perampok dan pembunuh karena miskin. Selain itu, Allah menyukai orang-orang mukmin yang kuat, baik dari fisiknya maupun ekonominya.

“Allah lebih senang muslim yang kuat (iman dan ekonominya) dari pada muslim yang lemah.” HR. Muslim

Dengan kekuatan ekonomi yang kita miliki, kita dapat berjuang di jalan Allah. Sayyidina Ustman bin Affan mendonasikan hampir seluruh hartanya bagi kepentingan umat muslim di kala itu yang menjadi salah satu penyebab beliau dijamin masuk surga oleh Allah. Bukankah kita semua menginginkan surga? Tentu saja.

Namun seperti dua sisi mata uang, harta juga dapat menggelapkan mata dan menjadi instrumen yang dapat menjatuhkan kita ke neraka. Harta juga bisa menjadikan manusia angkuh dan kufur. Harta juga dapat membuat manusia menjadi angkuh dan sombong, padahal Allah sangat membenci orang-orang yang sombong.

“Allah tidak suka kepada orang orang yang angkuh dan sombong.” QS.Al-Hadiid:23

Harta memudahkan kita melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama. Harta juga dapat menjerumuskan kita kepada maksiat. Berzina, minum-minuman keras dan berjudi sangat mudah dilakukan jika seseorang memiliki banyak harta. Allah berfirman memperingatkan kita tentang hal ini:

“Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.”  QS. Asy-Syura: 27

Untuk itulah mari kita memanfaatkan harta dengan baik di jalan Allah dan tidak berlebih-lebihan. Harta adalah ujian. Jangan sampai ketika miskin mampu menghadapi ujian apapun, namun ketika kaya mereka lupa bahwa juga sedang diuji dan menganggap kekayaannya sebagai hadiah atas ketaatan di masa lalu. Semoga kita tidak termasuk di dalamnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *