Keutamaan sholat di shaf pertama atau awal

admin September 29, 2012 0


Dalam artikel tentang keutamaan sholat berjamaah yang telah kami bahas sebelumnya, kami membahas mengenai menyegerakan untuk pergi ke masjid saat muadzin mengumandangkan adzan. Maksud dari mensegerakan ini selain sebagai wujud kepatuhan kepada Allah juga untuk mendapatkan keutamaan shaf pertama. Apa saja sebenarnya keutamaan shaf pertama sehingga Rasulullah mengatakan bahwa jika manusia tahu akan berebut untuk mendapatkannya? Simak penjelasan berikut ini.

Keutamaan sholat di shaf pertama atau awal

Allah dan para Malaikat bershalawat kepada orang di shaf pertama

Mungkin tampaknya sedikit berlebihan, namun ini adalah nyata bahwa para Malaikat sholat bersama orang yang ada di shaf pertama. Tidak percaya? Rasulullah sendiri pernah bersabda yang diriwayatkan oleh Al Barra’ bin ‘Adzib, yang artinya:

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang di shaf awal, dan muadzin itu akan diampuni dosanya sepanjang radius suaranya, dan dia akan dibenarkan oleh segala sesuatu yang mendengarkannya, baik benda basah maupun benda kering, dan dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang shalat bersamanya” HR. Ahmad dan An Nasa’i

Pada hadits yang lain, diriwayatkan oleh Nu’man bin Basyir ra. mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda, yang artinya:

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang di shaf pertama, atau di beberapa shaf yang awal” HR. Ahmad

Masihkah anda tidak percaya jika Rasulullah yang berkata?

Kecaman bagi mereka yang berangkat paling akhir

Allah mengecam orang-orang yang mengakhirkan waktu berangkat ke masjid. Sebaiknya berangkat ke masjid pada saat adzan dikumandangkan, bukan menunggu hingga shalat akan segera dimulai. Segera ambil wudhu’ dan tinggalkan segala urusan dunia. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah dalam sebuah sabda yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al Khudri, yang artinya:

Tidaklah suatu kaum mengakhirkan (yaitu menuju masjid) hingga Allah akan mengakhirkan mereka”

Sedangkan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata, yang artinya:

Oleh karena itu hendaklah orang-orang merasa takut apabila mereka mengakhirkan suatu ibadah, mereka akan diuji dalam bentuk Allah ‘azza wa jalla akhirkan dalam segala bentuk kebaikan” Ikhtishar Fatawa Ibnu ‘Utsaimin 13/54

Sebagai pengingat dari hal-hal yang kami bahas diatas, ada baiknya kita membaca dan mengingat firman Allah Ta’ala dibawah ini:

سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاء وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Berlomba-lombalah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” QS. Al Hadiid : 21

(Ringkasan Khutbah Dr. ‘Isham bin Hasyim Al Jufri: http://www.saaid.net/Doat/aljefri/153.htm)

 

Leave A Response »