ISLAM DAN ETIKA KEDOKTERAN
Islam Adalah Agama Samawi Pertama Yang Membebaskan Ilmu Pengetahuan Dan Ilmu Medis Dari Kekuasaan Agamawan. Islam melarang mengobati pasien dengan pendekatan agama (religious approach) dan doa semata. Islam merupakan agama pertama yang mengakui otoritas ilmu pengetahuan, ilmu medis dan ilmu obat-obatan
Kitab “Tarikhut Thibb” (sejarah kedokteran) menjelaskan bahwa pada masa kefakuman pemerintah teokrasi di Eropa, pengobatan sepenuhnya berada di tangan tokoh-tokoh agama. Dan tak seorang pun selain mereka yang diberi wewenang untuk melakukan pengobatan kepada pasien, bahkan pernah gereja memerintahkan untuk membakar hidup-hidup para tabib (dokter) dan sarjana atau menyiksa mereka di ujung tombak hingga mati.
Maka Islam pun datang dengan persepektif baru,yaitu :
1.Menurut Islam, sakit merupakan qadla dan qadar Allah yang diturunkan kepada mukmin dan juga kepada kafir, tetapi seorang mukmin wajib bersabar terhadap cobaan yang menimpanya, sedang bersabar (dari cobaan itu) akan diberi pahala dan mendapatkan kebaikan di sisi Allah.
2.Islam tidak mengakui bahwa iman dan doa semata mempunyai pengaruh secara langsung dan mendasar, tetapi juga mengakhiri pengaruh keduanya dalam proses terapi.
3.Islam tidak mengakui proses pengobatan dari tokok-tokoh agama, tetapi dari pihak rasul sendiri mampu mengobatipenyakit.
4.Islam mendorong agar menghormati ilmu medis, sains dan dokter serta mencari pertolongan dari mereka, juga menghormati penemuan obat-obatan dan perkembangan ilmu kedokteran.
5.Upaya menjaga kesehatan dan meminta pertolongan dokter tidaklah berarti menghindari qadla dan qadar Tuhan, bahkan pengobatan dengan cara apapun merupakan qadla dan qadar Allah.
Ketika rasullah SAW tiba di Madinah dan menegakkan kedaulatan di sana, banyak orang-orang yang datang kepada beliau untuk disembuhkan dengan safaah dan doa. Tetapi mereka terkejut ketika belau bersabda.
Panggillah mereka (dokter) untuknya”. Mereka berkata dengan heran; “Engkau berkata begitu wahai Rasullah?” beliau menjawab; “Ya ambilah pengobatan dari hamba Allah. “Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit melainkan juga menurunkan obat untuknya, kecuali satu”. Mereka bertanya: Apa itu? Jawab beliau. “Penyakit tua”
Suatu ketika sekelompok sahabat bertanya kepada rasulullah SAW ;
Wahai Rasulullah, apakah obat-obatan yang senantiasa kami pakai, dan perawatan yang selalu kami lakukan bukan ketentuan Allah? Jawab beliau; “Bahkan semua itu dari ketentuan Alloh”.
Jadi peran Islam dalam membebaskan ilmu kedokteran dan medis dari otoritas tokoh-tokoh agama, bahkan membebaskan belenggu taklid, khurafah dan pemikiran-pemikiran sesat yang menghalangi dan mematikan kreativitas ilmiah. Islam adalah agama pertama yang mengangkat para dokter pada posisi terhormat dan mapan.
Islam Adalah Agama Pertama Yang Memikirkan Kesejahteraan Dokter Dan Praktek Kedokteran.
Islam membebaskan pengobatan medis dari cengraman tokoh-tokoh agama dan meletakkan hubungan yang harmonis dengan antara ilmu dan agama. Islam menempatkan di antara keduanya pada proporsi dan profesinya masing-masing. Islam menyatakan bahwa pelayanan kesehatan sebagai berikut :
1.Profesionalisme
Menurut Islam pelayanan kesehatan tidak boleh dilakukan oleh orang yang bukan ahli atau bukan profesinya. Islam mengancam dengan hukuman berat kepada orang yang membuka praktek pengobatan tanpa ada ijasah.
Rasulullah SAW. Bersabda :
“Barang siapa menjadi tabib (dokter) tetapi ia tidak pernah belajar ilmu kedokteran sebelumnya maka ia akan menanggung risikonya” (ditakhrij Abu Daud dan Nasa’i)
Apa yang diungkapkan dalam hadis di atas merupakan apa yang oleh masyarakat kita sekarang disebut dengan syahadah (ijasah) kedokteran, artinya jika seseorang mengobati pasien sedang ia tidak memahami ilmu kedokteran maka ia harus menanggung di depanUndang-Undang atas kesalahan pengobatan yang dilakukannya.
2.Pertanggungjawaban
Hadis di atas juga memberikan pengertian lain yang tidak kalah pentingya dengan diktum pertama, yaitu pertanggungjawaban terhadap kesalahan pelayanan pengobatan.
Undang-Undang juga melindungikesalahan dokter jika kesalahan itu tidak terbukti ada unsur kesengajaannya atau keteledorannya. Hadis di atas hanya membatasi pertanggungjawaban atas orang yang melakukan praktek tanpa izin praktek sebelumnya.
3.Setiap penyakit ada obatnya
Apabila ada penyakit yang hingga sekarang belum bisa disembuhkan oleh ilmu medis, oleh karena memang keterbatasan ilmu kita. Oleh karena itu Islam menganjurkan agar kita senantiasa berupaya melakukan penelitian sehingga menemukan obat yang dapat menyembuhkannya. Rasulullah SAW.Bersabda:
“Sesungungnya Allah tidak menurunkan penyakit melainkan menurunkan obatnya. Maka jika didapatkan obat maka sembuhlah ia dengan izni Allah”.
4.Spesialisasi
Islam mendorong spesialisasi (keahlian khusus) dalam pelayanan kesehatan. Hal ini dimaksudkan agar setiap dokter benar-benar ahli dalam bidang yang ditekuninya. Itulah sebabnya maka setiapkali Rasulullah melihat beberapa dokter yang merawat pasien beliau bertanya: “Siapakah di antara kalian yang lebih menguasai spesialisasi tentang penyakit ini”.
Apabila beliau melihat seorang di antara mereka yang lebih mengetahui (ahli), maka beliau mendahulukan di antara yang lainnya.
5.Tidak mengobati sebelum meneliti secara cermat
Dilarang mengobati sebelum meneliti pasien dengan tepat sehingga akan tahu jenis penyakit dan sebab-sebabnya.
Syabardal, seorang tabib Bani Najran datang kepada Rasulullah SAW. Berkata:
Demi Bapakku, engkau dan ibuku, wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ini adalah seorang dokter dan tukan tenung kaumku pada masa jahiliyah, apa yang baik bagiku”. Maka Rasulullah SAW bersabda: “janganlah kamu mengobati seseorang sehingga kamu yakin benar penyakitnya”.
artikel lain yang berkaitan
» Arti Minal ‘Aidin wal Faizin, Bukan Mohon Maaf Lahir Batin
» Pengertian Hidayah













October 21, 2010 - 3:31 pm
artikelnya bagus n masuk akal
August 29, 2010 - 7:08 am
siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiip laaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
May 1, 2008 - 11:59 am
Salam kenal …
Artikelnya bagus-bagus…
Themes kita sama ya … :)
vicky menjawab :
terima kasih :)
May 1, 2008 - 6:36 am
wah, bagus juga artikelnya.
>> Makasih visi, sering-sering ke blog gua ya???