Mengganti zakat fitrah dengan sesuatu yang bernilai sama (qimah)

Mengganti zakat fitrah

Mengganti zakat fitrah

Sebelumnya kita telah membahas tentang bolehkah zakat mal atau zakat harta digantikan dengan sesuatu yang bernilai sama. Dalam kesimpulannya kita dibolehkan untuk mengganti zakat mal dengan sesuatu yang bernilai sama dengan obyek zakat dalam keadaan yang mendesak atau berdasarkan pertimbangan manfaat tertentu. Namun untuk zakat fitrah ini berbeda, zakat fitrah harus tetap dilakukan dengan makanan pokok dan tidak bisa diganti dengan uang. Alasannya adalah sebagai berikut:

  1. Para sahabat mengkorversikan satu sho’ kurma dengan satu sho’ gandum dengan setengah sho’ burr (makanan pokok sejenis gandum), dalilnya adalah sebagai berikut:

 Dari Ibnu ‘Umar ra. beliau berkata yang artinya: “Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri, atau zakat Ramadlaan bagi setiap laki-laki maupun wanita, orang merdeka maupun budak; berupa satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum”. Kemudian orang-orang menyamakannya dengan setengah sho’ burr.” HR. Bukhari no. 1511

 Pada hadits diatas, dikatakan bahwa Rasulullah memerintahkan zakat dengan satu sho’ gandum atau kurma, sedangkan ketika orang menyamakannya dengan setengah sho’ burr, Rasulullah tidak melarangnya. Hal yang tidak dilarang oleh Rasulullah, berarti diperbolehkan. Namun dengan catatan bahwa burr adalah juga makanan pokok. Sehingga zakat hanya boleh diganti dengan makanan pokok.

  1. Hadits yang menyebutkan bolehnya zakat dengan qimah seperti diterangkan dalam hadits riwayat Anas mengenai riwayat Mu’adz yang memerintahkan penduduk Yaman membayar zakat dengan pakaian hanya berlaku untuk zakat mal, yakni zakat hewan ternak, hasil pertanian, dan qimah yang ada pun terbatas disebutkan dalam hadits.
  2. Tujuan zakat fitrah adalah untuk memberi makanan pada orang miskin. Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Ibnu Abbas ra. beliau berkata, yang artinya:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri untuk mensucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” HR. Abu Daud no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1827

Jika fakir miskin membutuhkan uang, emas atau hewan ternak atau hal yang lain, maka bukan diperoleh dari zakat fitrah, namun dari zakat harta.

Intinya adalah, zakat fithri tetap ditunaikan dengan satu sho’ dari makanan pokok, bukan dengan qimah atau uang. Seperti bunyi hadits ini:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri berupa satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum …” HR. Bukhari no. 1503 dan Muslim no. 984

Dalam hadits ini juga tidak disebutkan qimah, padahal jika memang diperbolehkan maka akan dijelaskan. Dalam hadits ini terbatas hanya pada kurma dan gandum yang merupakan makanan pokok saja. (iwan)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *