Mengetahui dampak buruk Riba

dampak buruk riba

dampak buruk riba

Pada dasarnya, riba harus dipahami oleh semua umat muslim. Pengetahuan mengenai riba itu penting adanya, jika riba tidak penting, maka tidak akan dibahas oleh Allah dalam Al Quran, cukup lewat Nabi Muhammad saja. Namun karena ini penting, maka Allah memasukkan larangan riba dalam beberapa redaksi Al Quran. Pendapat para sahabat yang dirangkum dalam Mughnil Muhtaj 6:310 menyatakan bahwa riba itu harus dipahami oleh pedagang atau pengusaha.

‘Umar bin Khattab ra. berkata, yang artinya:

Janganlah seorang berdagang di pasar kami sampai dia paham betul mengenai seluk beluk riba.”

‘Ali bin Abi Tholib ra. mengatakan, yang artinya:

Barangsiapa yang berdagang namun belum memahami ilmu agama, maka ia akan terjerumus dalam riba, kemudian ia akan terjerumus ke dalamnya dan terus menerus terjerumus.”

Para ulama sepakat bahwa riba adalah suatu yang buruk, bahkan Allah mengancam memerangi mereka yang tidak meninggalkan riba. Allah Ta’ala berfirman:

Maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu (disebabkan tidak meninggalkan sisa riba).” QS. Al Baqarah: 279

Dampak buruk riba bagi umat manusia

Dalam beberapa hadits yang shahih disebutkan beberapa akibat buruk orang yang memakan harta riba. Mengetahuinya saja sudah membuat kita merinding dan seharusnya merasa tidak pantas untuk terjun ke dalam lembah riba.

  1. Riba itu lebih buruk dosanya dari perbuatan zina. Rasulullah pernah bersabda dalam sebuah riwayat, yang artinya: “Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” HR. Ahmad dan Al Baihaqi.
  2. Riba sama dosanya dengan seorang anak yang menzinai ibu kandungnya. Rasulullah juga pernah mengatakan hal ini dalam sebuah riwayat, yang artinya: “Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” HR. Al-Hakim & Al-Baihaqi.
  3. Riba adalah pernyataan tidak langsung dari suatu kaum bahwa mereka berhak dan layak mendapatkan adzab dari Allah. Rasulullah pernah bersabda, yang artinya: “Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah.” HR. Al Hakim.

Begitu mengerikannya dampak buruk daripada riba ini, seharusnya kita semakin memperketat diri dalam hal mencari rejeki di jalan Allah. Sebaik-baiknya orang adalah mereka yang mau terus belajar. Memperbanyak ilmu tentang riba tentu saja menjadi penting dalam kehidupan dewasa ini. Hal ini dikarenakan sudah banyak bentuk riba yang berubah dan dikemas sedemikian rupa supaya tidak tampak riba. Semoga kita selalu menjadi orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah. (iwan)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *