Mengeluarkan zakat sebelum waktunya atau mencicil zakat

waktu mengeluarkan zakat

waktu mengeluarkan zakat

Zakat adalah suatu kewajiban yang termasuk dalam rukun Islam. Seorang yang mengaku muslim dan mampu tidak akan sempurna Islamnya, jika ia tidak berzakat. Bahkan seorang yang menolak membayar zakat diancam oleh azab yang pedih oleh Allah karena termasuk memakan harta anak yatim dan orang-orang miskin. Zakat mal atau zakat harta memang sudah seharusnya dibayar jika harta sudah mencapai nishob (batas bawah harta kena zakat). Ada juga aturan yang mengatakan bahwa zakat harus dilakukan tiap tahun.

Namun bagaimana hukumnya jika nishob sudah tercapai meskipun belum ada satu tahun?

Ada dua pendapat dalam masalah ini, ada ulama yang menyatakan boleh, ada yang menyatakan tidak boleh. Pendapat yang menyatakan boleh dinilai lebih kuat. Pendapat ini disampaikan oleh Abu Hanifah, Syafi’i, Ahmad dan mayoritas ulama salaf. Ada bebera dalil yang membolehkan mengeluarkan zakat sebelum mencapai waktu satu tahun.

Dari ‘Ali, ia berkata, yang artinya:

Al ‘Abbas bertanya kepada Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bolehkah mendahulukan penunaian zakat sebelum mencapai haul. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan keringanan dalam hal itu.“ HR. Abu Daud no. 1624, Tirmidzi no. 678, Ibnu Majah no. 1795 dan Ahmad 1: 104

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata pada ‘Umar, yang artinya:

Kami dahulu pernah meminta memajukan penunaian zakat dari harta Al ‘Abbas pada tahun ini, padahal ini baru masuk tahun pertama.” HR. Al Baihaqi 4: 111

Selain karena ada dalil yang mendukung bahwa berzakat sebelum mencapai batas waktunya diperbolehkan, ada juga dalil yang tidak melarang hal tersebut. Seperti dalil berikut yang artinya:

Dan tidak ada zakat pada harta hingga mencapai haul” HR. Abu Daud no. 1573, Tirmidzi no. 631 dan Ibnu Majah no. 1792.

Dalam Islam sendiri dalam menentukan hukum adalah jika tidak dilarang, maka diperbolehkan meskipun tidak diutamakan. Pada hadits ini tidak menunjukkan suatu larangan menunaikan zakat sebelum mencapai haul. Zakat berbeda dengan shalat yang memiliki batas waktu awal dan akhir. Mengqiyaskan (menganalogikan) satu ibadah dengan ibadah lain itu tidak diperkenankan karena asalnya tidak sama. Alasan lainnya adalah boleh saja menunaikan zakat sebelum genap satu tahun jika syarat wajibnya yakni nishob sudah tercapai secara sempurna. Hal ini seperti pelunasan utang sebelum jatuh tempo dimana amalan yang baik jangan ditunda asalkan syarat wajibnya sudah terpenuhi.

Cara untuk “mencicil” zakat

Yang perlu anda perhatikan adalah harta yang anda dapatkan setelah anda berzakat sebelum waktunya harus anda zakati juga meskipun jika dihitung belum mencapai nishob. Logikanya adalah jika anda menghitungnya selama satu tahun, termasuk harta yang masuk nishob sebelumnya, maka harta anda sesudah zakat lebih awal tersebut pasti masuk perhitungan. Sebagai contohnya seperti ini:

  • Pada bulan keempat setelah zakat anda yang terakhir, anda memiliki harta senilai 100 gram emas yang tentu saja diatas nishob, anda lalu berzakat dengan menyisihkan 2,5%-nya.
  • Pada bulan kelima hingga ke-duabelas, ternyata harta anda hanya bertambah 50 gram emas, yang jika dihitung sendiri maka tidak masuk nishob. Namun anda harus tetap berzakat dengan sisa harta anda tersebut, mengingat jika anda berzakat pada bulan terakhir, perhitungan nishob anda adalah 150 gram emas, bukan 100 gram saja. Pada bulan terakhir anda hanya perlu berzakat sisanya saja, yakni dari harta anda yang senilai 50 gram itu.

Hal ini dilakukan semata-mata demi keadilan. Jika seorang yang berzakat duluan tidak dengan sistem seperti ini, maka tidak akan adil. Meskipun dibayar sebagian ketika mencapai nishob, zakat harus tetap dihitung untuk harta anda dalam satu tahun. (iwan)

Facebook Comments

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *