Hukum menjalankan puasa Ramadhan dan Syarat wajibnya

admin July 22, 2012 0



Hukum puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan adalah salah satu dari lima rukun Islam. Amalan puasa Ramadhan ini begitu spesial karena memang ini adalah urusan Allah dengan hambanya. Pahala puasa Ramadhan itu tidak terhingga, dimana Allah memberikan pahala berdasarkan keikhlasan hambanya dalam menjalankan puasa. Bahkan Allah menyediakan pintu khusus di surga bagi mereka yang berpuasa. Puasa Ramadhan hukumnya fardhu ‘ain atau sangat wajib dijalankan oleh umat muslim yang mengaku beriman, seperti yang dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya.

Alloh berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ # أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ # شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (183) (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (184) (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (185)” (QS Al-Baqoroh : 183-185)

Rasullullah SAW pernah bersabda:

بُنِيَ الإسلامُ على خمس : شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله ، وإقام الصلاة ، وإيتاء الزكاة ، وحج البيت ، وصوم رمضان

Artinya : “Islam dibangun atas 5 dasar : syahadat “tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah rosulullah,” mendirikan sholat, membayar zakat, haji kebaitullah dan puasa ramadhan.” (Muttafaq ‘Alaihi)

syarat wajib puasa

Menurut sejarahnya, puasa Ramadhan disyariatkan dan diwajibkan pada thaun 2 hijrah. Rasulullah berpuasa selama 9 tahun sampai beliau meninggal dunia. Seluruh umat muslim sepakat tanpa perbedaan sedikitpun bahwa hukum puasa Ramadhan adalah wajib bagi muslim yang baligh, berkal dan mampu. Dari ayat Al-Quran dan juga hadits diatas, dijelaskan bahwa barangsiapa yang mengingkarinya, maka dia tidak termasuk golongan orang yang beriman, bahkan bisa dianggap telah kafir.

Syarat wajib puasa ramadhan adalah:

1. Islam, karena salah satu rukum islam, maka orang yang bukan Islam tidak wajib.
2. Baligh, puasa Ramadhan hanya wajib untuk mereka yang sudah baligh/dewasa.
3. Berakal, mereka yang tidak dalam keadaan koma, pingsan atau bahkan gila diwajibkan berpuasa Ramadhan.
4. Mampu, tidak ada sakit atau keadaan lain yang menghalangi seseorang untuk berpuasa.
5. Bermukim tetap, tidak sedang bepergian dengan jarak yang diperbolehkan qoshor sholat.
6. Tidak sedang berhalangan seperti haid dan nifas bagi wanita.

Allah mewajibkan puasa Ramadhan dengan keringanan mengganti di hari lain apabila terjadi ketidakmampuan seperti sakit, bepergian atau kecelakaan. Sedangkan bagi mereka yang tidak akan pernah bisa mengganti di hari lain, seperti para lansia, diwajibkan atas mereka membayar fisyah atau memberi makan fakir miskin. Kita sebagai umat muslim harus taat dan patuh serta bersyukur kepada Allah telah memberikan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini kepada kita. Bulan ini adalah kesempatan bagi kita untuk menuju kepada ampunan dan surga Allah. (iwan)

 

Leave A Response »