Hukum jual beli rokok dan tembakau dalam islam, apakah haram atau halal

Hukum jual beli rokok dan tembakau dalam islam

Rokok memang sudah menjadi kebutuhan, bahkan terkadang mengalahkan makanan bagi pecandunya. Oleh karena itu industri rokok juga sudah menjadi gantungan banyak orang dalam hal ini. Padahal sudah dikatakan dengan jelas dalam artikel sebelumnya bahwa rokok itu haram. Oleh karena itu jual beli terhadap rokok juga haram. Hal ini sesuai dengan sebuah riwayat oleh Ibnu ‘Abbas yang berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, yang artinya:

Jika Allah ‘azza wa jalla mengharamkan untuk mengkonsumsi sesuatu, maka Allah haramkan pula upah (hasil penjualannya).” HR. Ahmad 1/293

Hukum jual beli rokok dan tembakau dalam islam

Jika jual beli rokok haram, bagaimana dengan tembakau? Tentu saja hukum jual belinya berdasarkan tujuan digunakannya tembakau tersebut. Kenapa? Hal ini dikarenakan tembakau bukanlah barang haram. Tembakau dapat digunakan obat luka atau obat ternak, berbeda seperti jual beli babi yang dilarang untuk apapun kepentingannya karena babi sendiri asalnya sudah haram. Jika jual beli tembakau digunakan untuk keperluan selain rokok, maka hukumnya mubah, sedangkan untuk rokok jelas sekali haram. Hal ini sesuai dengan firman Allah yang berbunyi:

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” QS. Al Maidah: 2

Komentar dan sanggahan dari orang kebanyakan

Sering kita mendengar bahwa jika rokok diharamkan, maka nasib jutaan rakyat Indonesia yang bergantung pada industri rokok, pertanian tembakau, pedagang rokok dan lain sebagainya akan menjadi semakin terpuruk. Kadang ada yang dengan sinis mengatakan bahwa apakah ulama dapat memberi mereka makan? Tentu saja komentar seperti ini sangat wajar jika yang membuat pernyataan adalah non-muslim yang tidak tahu bawah rezeki itu berasal dari Allah. Fakta yang tidak menyenangkan adalah sebagian umat Islam juga mengemukakan komentar tersebut. Padahal pernyataan tersebut justru merusak tauhid, mengandung syirik karena tidak menyakini Allah yang memberikan rezeki.

Padahal orang jahiliyah saja pada zaman dulu menyakini bahwa hanya Allah semata yang memberikan rezeki kepada mereka, seperti yang tertuang pada sebuah firman Allah, yang berbunyi:

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِفَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi? … Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?”. QS. Yunus: 31

Namun kenapa justru sebagain umat muslim terlihat menyangkal dengan pernyataan diatas? Apakah mereka tidak yakin bahwa Allah yang memberi rezeki semua orang yang berkaitan dengan industri tembakau? Ingatlah sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya:

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan sesuatu yang lebih baik.” HR. Ahmad 5/363

Berhubung industri rokok sudah mengakar kuat dalam budaya masyarakat kita, cara mengubahnya tidak mudah. Dibutuhkan ilmu pengetahuan yang tinggi untuk mengubah budaya yang mengakar tersebut yakni dengan solusi-solusi yang menguntungkan serta perlahan sedikit demi sedikit disertai dengan ketaqwaan kepada Allah niscaya masalah rokok ini bisa diselesaikan. (iwan)

referensi : http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/rokok-itu-haram.html

Facebook Comments

1 Comment

  1. Dian

    Assalamu’alaikum..
    Saya mau tanya..
    Saya merukana Admin Di sebuah perusahaan rokok . setiap hari saya menghitung barang keluar masuk maupun yang didistribusi…

    Saya sudah agak ragu dengan pekerjaan saya,,
    Bagaimana hukumnya??
    Ada niat saya untuk keluar…

    Saya tunggu jawabnnya…
    Wassalam….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *