Beberapa golongan yang tidak boleh diberi zakat

zakat

zakat

Setelah membahas beberapa golongan yang wajib diberi zakat, maka kali ini akan dibahas beberapa golongan atau hal yang terkadang dipertanyakan apakah diperbolehkan diberi zakat atau tidak. Golongan-golongan ini seringkali bersinggungan dengan delapan golongan penerima zakat sehingga orang sering ragu apakah mereka boleh diberi zakat atau tidak.

Memberi zakat kepada pak Kyai atau guru ngaji

Para ulama berpendapat bahwa tidak boleh menyerahkan zakat kepada ulama, kyai atau guru ngaji sangat tidak diperbolehkan, kecuali beliau termasuk dalam delapan golongan yang boleh menerima zakat. Jika yang bersangkutan termasuk dalam delapan golongan yang boleh menerima zakat misalnya amil zakat, maka diperbolehkan menerima zakat. Namun yang dimaksud amil zakat sendiri adalah yang ditunjuk oleh penguasa setempat, seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya tentang amil zakat. Jika bukan ditunjuk oleh penguasa, maka pak guru ngaji sifatnya hanya wakil orang yang mengeluarkan zakat sehingga tidak boleh diberikan zakat.

Zakat kepada ahlul bid’ah dan maksiat

Orang yang menyandarkan diri kepada Islam ada beberapa golongan, diantaranya adalah:

  • Muslim yang taat dan menjalankan syariat. Pada orang semacam ini tentu saja boleh diberikan zakat, jika termasuk dalam delapan golongan yang disyaratkan oleh Allah.
  • Ahli bid’ah yang bid’ah-nya sudah bersifat kafir, maka orang seperti ini tidak boleh diberikan zakat pada dirinya. Misal bid’ah seperti ini adalah orang yang mengakui bahwa ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
  • Ahli bid’ah yang bid’ah-nya tidak bersifat kafir dan ahli maksiat tidak boleh diberikan zakat jika diketahui dengan sangkaan yang kuat bahwa zakat tersebut akan digunakan untuk bermaksiat kepada Allah. (Shahih Fiqh Sunnah, 2: 76-77)

Zakat untuk kepentingan yang bersifat sosial

Para ulama berpendapat bahwa tidak boleh menyerahkan zakat untuk kepentingan sosial seperti pembangunan jalan dan masjid. Alasannya adalah karena sarana tadi bukan menjadi milik individu dan dalam surat At-Taubah ayat 60 hanya dibatasi diberikan kepada delapan golongan saja, tidak untuk golongan yang lain Hal ini dikarenakan dalam ayat tesebut ditutup dengan kalimat yang artinya:

Sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” QS. At Taubah: 60

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin juga menegaskan bahwa menyalurkan zakat untuk pembangunan masjid, pembangunan sekolah (madrosah) dan perbaikan jalan, serta hal semacamnya adalah tidak diperbolehkan dengan alasan yang sama seperti diatas. (Syarhul Mumti’, 6: 220)

Demikian adalah beberapa golongan dan hal yang tidak diperbolehkan menerima zakat. Hal ini dikarenakan bahwa ketentuan dalam Surat At-Taubah ayat 60 tersebut bersifat mutlak dan mengikat. Sehingga tidak ada lagi golongan lain yang boleh menerima zakat terkecuali golongan tersebut termasuk salah satu dari delapan golongan yang boleh menerima zakat. (iwan)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *