Definisi Ilmu Kalam dan Hubungannya dengan Tauhid, Ushuluddin dan Aqidah

admin May 31, 2012 2


Pembicaraan ilmu kalam pada awalnya hanyalah mengenai perdebatan dan diskusi sederhana untuk mempertajam pemahaman sebuah permasalahan ditinjau dari sudut pandang agama Islam. Namun dalam perkembangannya, perdebatan dan diskusi tersebut membentuk berbagai kelompok yang mendukung dan menolak sehingga menimbulkan polemik yang berkepanjangan dan muncul berbagai paham atau aliran dalam Islam.

ilmu kalam

Lalu, apakah pengertian ilmu kalam? Secara harfiah, kata ‘kalam’ berarti pembicaraan. Namun secara istilah, kalam tidak sama artinya dengan pembicaraan dalam pengertian sehari-hari, melainkan pembicaraan yang bernalar dengan menggunakan logika. Hal ini menjadi ciri utama ilmu kalam, yaitu rasionalitas atau logika.

Dari penjelasan di atas, kita dapatkan definisi ilmu kalam yaitu ilmu yang membicarakan tentang wujud Allah, sifat-sifat yang wajib ada pada-Nya, sifat-sifat yang mustahil bagi-Nya, dan sifat-sifat yang mungkin ada pada-Nya. Ilmu ini juga membicarakan tentang rasul-rasul Allah dan cara menetapkan kerasulannya, serta mengetahui sifat-sifat yang wajib ada pada mereka, dan sifat-sifat yang tidak mungkin ada pada mereka.

Arti Ilmu Kalam Menurut Ibnu Khaldun

Menurut Ibnu Khaldun, ilmu kalam adalah ilmu yang memuat beberapa alasan untuk mempertahankan keimanan agama Islam dengan menggunakan dalil-dalil aqli (pikiran), serta memuat pula bantahan terhadap orang yang mengingkarinya dan berbeda pandangan dengan pemahaman salaf dan ahli sunah.

Ilmu kalam disebut juga ilmu tauhid karena pokok pembahasannya dititikberatkan kepada keesaan Allah, baik Zat-Nya maupun perbuatan-Nya. Selain itu, ilmu kalam disebut juga ilmu ushuluddin karena pokok bahasannya meliputi persoalan-persoalan mendasar di dalam agama. Ada juga yang menyebut ilmu kalam sebagai ilmu aqidah karena banyak membicarakan persoalan-persoalan kepercayaan (aqidah) dan dasar-dasar ajaran agama.

Ahli ilmu kalam disebut mutakallimin. Golongan ini dianggap sebagai kelompok tersendiri yang menggunakan akal pikiran dalam memahami nash-nash agama untuk mempertahankan keyakinannya. Mereka berbeda dengan golongan Hambali (dalam pengajaran fiqih) yang berpegangan teguh pada keyakinan orang salaf. Mutakallimin juga berbeda dengan kelompok tasawuf yang mendasarkan pengetahuannya kepada pengalaman batin dan renungan (kasyf).

Semoga informasi ini bisa menambah wawasan Anda dalam mempelajari agama Islam.

Referensi:
www.media.isnet.org/islam/Paramadina/Doktrin/Kalam1.html
www.jadilah.com/2011/11/hubungan-ilmu-kalam-tasawuf-dan.html

 

2 Comments »

  1. iela September 17, 2012 at 7:33 pm -

    i like it

  2. harry May 31, 2012 at 11:22 am -

    hemmmmmmmmm………..
    Latekkk duwur men ngeneh Leh…
    masalah HAKIKAT

    MANTAB

Leave A Response »