Antara Bawang dengan Rasulullah

Bawang…… pasti kamu-kamu sudah tidak asing dengan salah satu bumbu dapur ini, terutama bagi orang yang hobby memasak, bawang pasti kebutuhan paling penting kan?? Bagaimana rasanya ya kalau masakan tanpa bawang??? Kamu pasti juga sudah tau beberapa jenis bawang, seperti bawah merah, bawah putih, atau pun bawang bombay.

Orang yang Baru Saja Makan Bawang Dilarang ke Masjid !

“Barang siapa yang memakan sesuatu dari pohon ini, maksudnya adalah bawang putih, maka janganlah ia mendatangi masjid” (HR. Muslim). Jabir mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah melarang kami makan bawang merah dan rempah-rempah. Lalu kami terdesak oleh kebutuhan sehingga kami memakannya. Lalu rasulullah bersabda ‘Barang siapa yang telah makan dari pohon yang beraroma tidak sedap ini, maka ia jangan mendekati masjid kami. Sesungguhnya para malaikat terganggu sebagaimana manusia terganggu’.

Jabir juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabdda, “barang siapa yang telah makan bawang putih atau bawang merah, makah hendaklah mereka menjauhi kami, atau hendaklah ia menjauhi dari masjid kami. Dan hendaklah ia bediam diri di rumahnya”. Yang menjadi penyebab larangan ini sebenarnya bukan kerena bawang putih dan bawang merah ini haram atau najis tetapi karena aromanya yang tidak sedap. Dan rasulullah sangat tidak suka dengan bau yang tidak sedap itu.

Bawang Itu Tidak Haram

Dalam riwayat lain, Rasulullah pernah diberi sayur-sayuran berupa rempah-rempah oleh sahabatnya, kemudian rasulullah SAW mencium bau yang tidak sedap dari rempah-rempah itu. Lalu beliau bertanya kepada sahabatnya, beliau pun diberi tahu oleh sahabatnya. Kemudian beliau meminta kepada sahabatnya untuk memperlihatkan rempah-rempah itu. Setelah beliau melihatnya, beliau enggan untuk memakannya.

Sehingga ketika para rasulullah telah melihat keengganan Rasulullah SAW memakan bawah merah dan bawang putih, akhirnya mereka pun menghindarkan diri dari memakan keduanya. Kemudian para sahabat mengatakan bahwa bawang merang dan bawang putih itu haram hukumnya. Lalu Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya aku tidak mengharamkan sesuatu yang telah dihalalkan oleh Allah. Hanya saja ia adalah pohon yang tidak aku sukai aromanya.

Islam adalah agama yang menghargai kebersihan jadi seorang yang muslim dianjurkan datang masjid dalam keadaan bersih dan wangi. Bahkan sebelum berangkat ke masjid untuk Sholat jumat, seorang muslim dianjurkan untuk mandi terlebih dahulu karena kaum muslim berkumpul pada hari itu.

Yang Terkandung dalam Bawang Merah dan Bawang Putih

Bawang merah dan bawang putih merupakan tumbuhan yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Bawang merah dan bawang putih dapat digunakan untuk bahan makanan atau untuk obat-obatan. Bawang merah itu mengandung serat-serat sellulosa yang diperkaya dengan sulfur. Dari sulfur inilah aroma bawang yang khas, yang menyebabkan manjadi menjadi berair. Ditambah lagi, kandungannya terdiri karbohidrat, protein, vitamin, dan garam-garam mineral, yang diantaranya berupa kalsium, sodium, potassium, yodium dan fosfor.

Bawang merah juga berfungsi meringankan infeksi yang disebabkan oleh beberapa penyakit jantung dan persendian. Di sisi lain, ditemukan bahwa sari bawang merah memiliki peran penting untuk proses pembekuan darah. Karena ia dapat menghalangi darah tidak berkumpul di permukaan kulit. Sehingga bawang putih mampu mencegah terjadinya pembengkakan darah di dalam pembuluh-pembuluh darah, sekaligus mengantisipasi tubuh dari tekanan jantung. Hasil penelitian terbaru menyatakan bahwa menambahkaan sari bawang merah dengan madu hitam, dapat mengobati batuk dan radang paru-paru. Dijelaskan pula bahwa bawang merah bisa memperkuat urat nadi, serta mencegah timbulnya kolesterol sehingga dapat mengurangi resiko terkena serangan jantung, penyumbatan urat nadi dan tekanan darah tinggi.

Bawang merah juga berperan membunuh mikroba payau, yang mengakibatkan timbulnya penyakit sesak napas dan sakit tenggorakan. Ia juga membunuh mikroba difteri, tuberculosis (TBC) dan disentri.

artikel lain yang berkaitan

About admin