Alasan Harus Melupakan Mantan

melupakan cinta lama

Setiap orang yang pernah pacaran dan putus cinta pastinya punya mantan, kan? Berhubung setiap orang adalah unik, tentu saja mantan juga memiliki keunikan tersendiri sehingga membuat kita terkadang susah untuk melupakannya. Dengan berbagai alasan, orang memelihara ingatannya tentang mantan yang telah lama berlalu. Mulai dari makanan favorit, cara bertingkah laku hingga kebiasaan-kebiasaan baik dan buruk sang mantan. Namun apakah anda tahu bahwa terus mengingat mantan itu adalah hal yang tidak baik?

melupakan cinta lama

Dengan alasan apapun, terus mengingat mantan adalah hal yang tidak baik. Kenapa? Ini dia sebabnya:

1. Mantan adalah masa lalu.
Seberapa lamanya anda putus dengan mantan, entah itu sepuluh tahun, satu tahun, satu bulan atau satu hari, semuanya adalah sama, yaitu masa lalu. Terlalu banyak mengingat masa lalu dapat membuat seseorang susah berjalan maju. Waktu itu tidak dapat diputar kembali. Jangan terjebak dengan perasaan menyesal yang menimbulkan pemikiran “jika”. Ingatlah bahwa sesuatu yang sudah berlalu tidak bisa dikembalikan. Jadikan kesalahan di masa lalu itu sebagai pembelajaran untuk nanti kedepan anda harus bagaimana dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis.

2. Sulit mendapatkan pengganti.
Jika kita terlalu banyak mengingat mantan, bahkan segalanya kita ingat, secara tidak sadar kita akan menerapkan standar terhadap orang yang mencintai kita dan kita cintai selanjutnya. Standar ini dinamakan standar mantan. Setiap orang yang mendekati kita dan berniat mencintai kita, pasti akan kita banding-bandingkan dengan mantan. Tentu saja ini tidak adil bagi orang yang dekat dengan kita. Manusia itu tidak ada yang sama. Oleh karena itu membandingkan tentu saja membuat kita tidak akan pernah menemukan kecocokan dengan siapapun.

3. Belum tentu dia mengingat kita.
Untuk apa mengingat orang yang belum tentu mengingat kita? Bayangkan seperti ini: kita sudah mengingat dirinya, memelihara setiap ingatan kita tentang dirinya dengan baik, menjaga barang-barang pemberiannya dan menjaga cinta kita terhadapnya. Namun nun jauh diseberang sana, orang yang kita ingat dan kita harapkan cintanya ini bahkan tidak mengingat kita sama sekali. Pasti akan sakit sekali rasanya jika mengetahui hal tersebut.

4. Kita punya kehidupan untuk diurus.
Tentu saja kita punya banyak hal yang patut mendapat perhatian lebih daripada sekedar mantan yang meninggalkan kita, bukan? Anda mungkin peduli pada kehidupannya, tapi apakah dia peduli dengan kehidupan kita? Belum tentu. Untuk itu lebih baik kita menikmati apa yang kita punya dan mengurus hal yang lebih penting daripada sekedar “mantan pacar”.

5. Cinta mati itu untuk Tuhan, bukan untuk manusia.
Manusia, terutama mantan pacar hanya akan mengantarkan kita sampai ke liang kubur, jika kita meninggal. Namun Tuhanlah yang akan kita temui setelah itu. Mantan pacar hanya akan berkabung atas kematian kita paling lama beberapa bulan, setelah itu mereka kembali ke kehidupannya, lebih banyak lupa bahwa kita pernah ada. Namun Tuhan terus ada, terus bersama kita. Dia lebih layak dicintai sepenuh hati. Cintailah sesama manusia, karena Tuhan. Maka Tuhan akan mencintai kita.

Adalah tindakan yang sangat konyol apabila kita masih terus mengingat mantan yang meninggalkan kita demi orang lain. Sudah sangat jelas bahwa cowok/cewek tersebut tidak menghargai kita, untuk apa kita mengingat mereka? Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan memikirkan orang yang jelas-jelas tidak peduli dengan kita. Di luar sana, banyak sekali cewek/cowok yang menunggu dan siap menerima cinta kita. Buka mata, telinga dan hati secara lebar-lebar. Mari perhatikan sekitar kita. Jangan menggunakan standar mantan untuk menilai orang lain. Kemungkinan besar kita akan menemukan orang yang mencintai kita dengan sangat tulus, bahkan lebih besar dari mantan yang meninggalkan kita.
Untuk itu, lebih baik kita mengembangkan ingatan yang wajar tentang mantan kita. Ingatan wajar itu ya tidak melupakan dia sebagai orang yang pernah kita kenal, pernah kita cintai dan pernah mengisi hati kita. Tidak lebih dari kata “pernah”, bukan kata “sedang”. Mengerti maksudnya, kan? (iwan)

Facebook Comments

5 comments

  1. tiara

    Gue juga baru sadar selama ini kami berdua masih memikirkan 1 sama lain tp, takut krtahuan dengan pasangan masing-masing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *